MENU
Baru Pulang dari Jepang, Warga Bah Silulu Kecelakaan di Jalan Asahan,...
WA FB
News

Baru Pulang dari Jepang, Warga Bah Silulu Kecelakaan di Jalan Asahan, Kaki-Tangan Patah

R Editor : Redaksi Sinata | 19 Dec 2025 | 01:51 WIB
Baru Pulang dari Jepang, Warga Bah Silulu Kecelakaan di Jalan Asahan, Kaki-Tangan Patah
Kecelakaan lalu lintas serius terjadi di Jalan Asahan, Simalungun, Kamis malam. Pengendara Honda CBR kritis dengan patah kaki dan tangan usai diduga bertabrakan dengan truk misterius. (Dok. Sinata.id)

Sinata.id - Sebuah kecelakaan lalu lintas berat terjadi pada Kamis malam (18/12/2025), sekitar pukul 22.45 WIB, di ruas Jalan Asahan, Huta III, Nagori Pamatang Sahkuda, Kecamatan Gunung Malela, meninggalkan seorang pengendara motor tergeletak kritis di badan jalan.

Korban merupakan pria berusia 38 tahun berinisial I, warga Bah Silulu, Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.

Ia ditemukan dalam kondisi memprihatinkan usai sepeda motor Honda CBR 150 yang dikendarainya diduga bertabrakan dengan sebuah truk dari arah berlawanan.

Menurut keterangan warga, peristiwa itu terjadi ketika korban melaju dari arah Perdagangan menuju Kota Pematangsiantar.

Saat memasuki ruas jalan yang relatif sepi dan minim penerangan, motor korban disebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Tak berselang lama, dentuman keras memecah keheningan malam. Tubuh korban terpental, terseret beberapa meter di aspal, lalu terhenti tak jauh dari motornya yang hancur parah.

“Benturannya keras sekali, bang. Orangnya langsung terlempar,” ujar seorang warga yang berada di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat. Patah tulang terlihat jelas pada bagian tangan kanan dan kaki, sementara darah mengalir membasahi bahu jalan.

Situasi di lokasi sempat memicu kepanikan warga dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena banyak pengendara berhenti untuk melihat kejadian.

Hingga kini, identitas truk yang terlibat dalam kecelakaan itu belum diketahui. Sejumlah saksi mengaku tidak sempat mengenali kendaraan tersebut lantaran kondisi jalan gelap dan kejadian berlangsung sangat cepat.

"Sempat berhenti tadi (truk), tapi langsung tancap gas ke arah bawah (Perdagangan)," kata saksi yang enggan identitasnya disebut.

Namun, saksi tersebut juga menyebut adanya dugaan pengaruh minuman keras. Ia mengaku mencium aroma tuak yang cukup menyengat dari tubuh korban saat terkapar di jalan.

“Baunya kuat sekali, bau tuak,” katanya singkat.

Di tengah kondisi darurat, seorang warga lain berinisiatif membuka telepon genggam milik korban untuk menghubungi pihak keluarga.

Tak lama kemudian, keluarga korban tiba di lokasi dan segera membawa korban menggunakan kendaraan pribadi menuju Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.