MENU
Banner SINATA.ID
Belanja Warga AS Mandek, The Fed Dihadapkan Dilema Suku Bunga
WA FB
News

Belanja Warga AS Mandek, The Fed Dihadapkan Dilema Suku Bunga

R Editor : Redaksi Sinata | 06 Dec 2025 | 17:54 WIB
Belanja Warga AS Mandek, The Fed Dihadapkan Dilema Suku Bunga
amerika

Sinata.id - Belanja rumah tangga di Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Pada September, arus konsumsi tidak lagi bergerak agresif, menandai meredupnya daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang belum sepenuhnya jinak dan ketidakpastian politik akibat penutupan layanan pemerintah federal.

Laporan terbaru Biro Analisis Ekonomi AS mencatat, pengeluaran konsumen yang telah disesuaikan dengan inflasi nyaris tidak berubah sepanjang September.

Kinerja ini menjadi kelanjutan dari perlambatan pada Agustus yang sebelumnya hanya mampu tumbuh tipis.

Data tersebut seharusnya dipublikasikan lebih awal, namun tertunda imbas penghentian operasional pemerintah yang mengganggu jadwal rilis statistik resmi.

Dari sisi harga, tekanan inflasi inti juga belum sepenuhnya reda. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE inti), indikator inflasi favorit bank sentral AS, tercatat naik secara moderat secara bulanan.

Secara tahunan, kenaikannya masih berada di atas target Federal Reserve, mencerminkan tantangan bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas harga.

Melemahnya belanja publik ini memberi sinyal bahwa motor utama pertumbuhan ekonomi AS mulai kehilangan tenaga bahkan sebelum penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah modern dimulai pada awal Oktober.

Meski aktivitas belanja musiman seperti Black Friday tercatat cukup solid, dorongan konsumsi dinilai semakin terkonsentrasi pada kelompok berpenghasilan tinggi, sementara rumah tangga lainnya mulai menahan pengeluaran akibat kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, ada sedikit angin segar dari sentimen konsumen.

Survei terbaru menunjukkan kepercayaan masyarakat AS membaik pada awal Desember setelah mengalami penurunan selama beberapa bulan.

Perbaikan ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap kondisi keuangan pribadi serta ekspektasi inflasi yang dinilai mulai lebih terkendali.

Situasi tersebut menempatkan Federal Reserve dalam posisi yang tidak mudah.

Para pembuat kebijakan disebut masih berbeda pandangan: sebagian mendorong pemangkasan suku bunga lanjutan untuk menopang pasar tenaga kerja yang melambat, sementara lainnya tetap berjaga-jaga terhadap risiko inflasi yang belum sepenuhnya reda.

Lemahnya data belanja konsumen, dikombinasikan dengan inflasi inti yang tumbuh relatif moderat, memperkuat argumen kelompok yang menginginkan pelonggaran kebijakan moneter.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.