Namun dua hari kemudian, kisah romantis itu berubah jadi misteri kriminal. Cek mahar diduga palsu, dan sang pengantin pria dikabarkan menghilang.
Warganet pun bereaksi keras. Dari TikTok hingga Instagram, tagar #CEOPenipu dan #KakekRp3M langsung mendominasi lini masa. Banyak yang menyindir Tarman sebagai “CEO Penipu Nasional”, pria tua berpenampilan necis yang ternyata piawai memainkan ilusi.
Mobil Sewa, Motor Raib, dan Jejak Penjara
Dugaan penipuan makin kuat setelah diketahui bahwa mobil Camry yang digunakan saat pesta hanyalah mobil sewaan. Tak lama setelah akad, Tarman disebut kabur membawa motor milik sang istri muda.
Lebih mencengangkan lagi, hasil penelusuran menunjukkan bahwa Tarman ternyata pernah divonis dua tahun penjara dalam kasus penipuan di Wonogiri pada 2022. Rekening bank atas namanya bahkan sempat disita pengadilan.
Sosok yang dulu tampil meyakinkan dengan gelar “pengusaha sukses” ini ternyata memiliki masa lalu kelam di balik jas elegannya.
Keluarga Membantah, Polisi Turun Tangan
Meski isu pelarian Tarman semakin santer, keluarga mempelai perempuan bersikeras bahwa kabar tersebut hanyalah hoaks.
Ibunda Shela, Kana Kumalasari, menyebut anak dan menantunya sedang berbulan madu, bukan kabur.
“Cek Rp3 miliar itu asli, katanya mau dicairkan tanggal 10 Oktober,” ujarnya kepada wartawan.
Namun publik semakin skeptis. Banyak yang bertanya, jika memang bulan madu, mengapa keluarga tak tahu ke mana mereka pergi? Mengapa mobil mewahnya malah ditinggalkan di Pacitan?
Kapolsek Bandar, Iptu Diko, mengonfirmasi telah melakukan video call dengan pasangan itu dan memastikan keduanya dalam kondisi baik.
Meski begitu, kepolisian tetap memantau kasus ini karena laporan dugaan penipuan mulai bermunculan.
Jejak Mbah Tarman dari Wonogiri
Penelusuran lebih jauh menemukan bahwa Tarman bukan pengusaha besar, melainkan sosok misterius yang kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Kepala Desa Ngepungsari, Paryanto, membenarkan bahwa pria tersebut pernah tinggal di wilayahnya, namun bukan warga asli.
“Dulu sempat menikah dengan warga sini, tapi sudah cerai sejak 2021. Setelah itu hilang tanpa kabar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jeruk tempat acara digelar, juga mengaku kaget mendengar kabar bahwa mahar Rp3 miliar itu diduga palsu.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.