MENU
Bennett dan Lapid Bersatu Lawan Netanyahu, Peta Politik Israel Berubah
WA FB
Dunia

Bennett dan Lapid Bersatu Lawan Netanyahu, Peta Politik Israel Berubah

J Editor : Jansen Siahaan | 03 May 2026 | 13:07 WIB
Bennett dan Lapid Bersatu Lawan Netanyahu, Peta Politik Israel Berubah
Naftali Bennett dan Yair Lapid. (reuters)

Tel Aviv, Sinata.id – Peta politik Israel mulai berubah menjelang pemilu yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini.

Dua tokoh oposisi, Naftali Bennett dan Yair Lapid, sepakat bekerja sama untuk menantang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang masih berkuasa.

Dalam pernyataan bersama yang disiarkan melalui televisi, keduanya mengumumkan pembentukan partai baru bernama Together yang akan dipimpin oleh Bennett. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menyatukan suara oposisi yang selama ini terpecah.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, bersama Yair Lapid, kami mengambil langkah patriotik untuk negara kami,” ujar Bennett, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (3/5/2026).

Lapid menegaskan bahwa perbedaan ideologi bukan menjadi penghalang kerja sama tersebut.

“Bennett adalah politisi sayap kanan, tetapi jujur, dan ada kepercayaan di antara kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa aliansi ini bertujuan menyatukan kekuatan oposisi, mengakhiri perpecahan internal, serta memenangkan pemilu mendatang.

Koalisi ini juga diiringi kritik terhadap kepemimpinan Netanyahu, khususnya dalam penanganan konflik pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Bennett menyatakan bahwa jika terpilih, ia akan membentuk komisi penyelidikan nasional untuk mengusut dugaan kegagalan yang berujung pada serangan tersebut, meskipun klaim itu dibantah oleh pemerintah.

Sementara itu, Lapid turut mengkritik kebijakan luar negeri pemerintah, termasuk menyebut gencatan senjata dua pekan dengan Iran sebagai “bencana politik”.

Bennett dan Lapid bukan kali pertama bekerja sama. Pada 2021, keduanya berhasil membentuk koalisi yang mengakhiri 12 tahun kekuasaan Netanyahu. Namun, pemerintahan tersebut hanya bertahan kurang dari 18 bulan.

Netanyahu kemudian kembali berkuasa setelah memenangkan pemilu pada November 2022 dan membentuk pemerintahan yang disebut sebagai salah satu yang paling kanan dalam sejarah Israel.

Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah dinilai mulai memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap Netanyahu, terutama dalam isu keamanan nasional.

Survei terbaru dari N12 News pada 23 April menunjukkan Partai Likud yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan meraih 25 kursi parlemen. Sementara itu, Bennett diperkirakan memperoleh 21 kursi, dan partai Lapid hanya meraih 7 kursi, turun dari 24 kursi sebelumnya.

Di sisi lain, Bennett juga melontarkan kritik keras terhadap aparat kepolisian Israel yang dinilai tidak netral secara politik. Hal ini menyusul kehadiran sejumlah perwira tinggi dalam perayaan ulang tahun ke-50 Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.