MENU
Bergumul dalam Doa: Teladan Epafras Menurut Kolose 4:10–14
WA FB
Religi

Bergumul dalam Doa: Teladan Epafras Menurut Kolose 4:10–14

F Editor : Ferry SP Sinamo | 19 Feb 2026 | 02:25 WIB
Bergumul dalam Doa: Teladan Epafras Menurut Kolose 4:10–14
Pdt. Dr Gilbert Lumoindong M.Th.

Oleh: Pdt. Dr Gilbert Lumoindong M.Th.

Pergumulan dalam doa menjadi salah satu pesan penting dalam kehidupan iman Kristen. Hal ini tercermin dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose, khususnya pada Kolose 4:10–14, yang menyinggung sosok Epafras sebagai teladan dalam kehidupan doa yang tekun dan sungguh-sungguh.

Epafras dikenal sebagai seorang pelayan Tuhan yang tidak hanya memberitakan Injil, tetapi juga setia bergumul dalam doa bagi jemaat. Dalam surat tersebut, Paulus menggambarkan bagaimana Epafras berjuang dalam doa agar orang-orang percaya dapat berdiri teguh, menjadi dewasa secara rohani, hidup dengan keyakinan penuh, dan berjalan dalam kehendak Allah.

Pesan ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bagian penting dari kehidupan iman. Doa yang dipanjatkan dengan keyakinan dan kesungguhan diyakini membawa dampak nyata bagi kehidupan rohani seseorang maupun bagi sesama yang didoakan.

Teladan Epafras menunjukkan bahwa doa juga merupakan bentuk kepedulian terhadap orang lain. Ia tidak hanya mendoakan dirinya sendiri, tetapi terus berjuang dalam doa bagi jemaat agar tetap setia dalam iman. Sikap ini menjadi contoh bahwa doa memiliki dimensi sosial, yakni sebagai sarana untuk mendukung, menguatkan, dan mengingatkan sesama agar tetap berada dalam jalan Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, pergumulan dalam doa sering kali tidak langsung menghasilkan jawaban yang terlihat. Namun, pesan dari surat Kolose mengingatkan bahwa ketekunan dalam doa merupakan bagian dari proses iman. Kesetiaan dalam berdoa, meski dalam situasi sulit, menjadi tanda kepercayaan kepada Tuhan.

Pergumulan dalam doa bukan tentang seberapa cepat jawaban datang, melainkan tentang kesetiaan dan keyakinan kepada Tuhan yang memelihara setiap orang percaya hingga akhir. Teladan Epafras mengingatkan bahwa doa yang tekun dan tulus adalah kekuatan yang meneguhkan iman dan mengarahkan hidup sesuai kehendak Allah. (A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.