MENU
Berjalan Bersama Tuhan Yesus sebagai Skala Prioritas: Kunci Hidup Kris...
WA FB
Religi

Berjalan Bersama Tuhan Yesus sebagai Skala Prioritas: Kunci Hidup Kristen di Tengah Dunia yang Tidak Pasti

G Editor : Gunawan Purba | 13 Jan 2026 | 06:20 WIB
Berjalan Bersama Tuhan Yesus sebagai Skala Prioritas: Kunci Hidup Kristen di Tengah Dunia yang Tidak Pasti
Pdt Manser Sagalah MTh

​Firman Tuhan: "Kata-Nya kepada mereka semua: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.'" (Lukas 9:23)

​Makna: Memikul salib berarti siap mengorbankan kenyamanan demi ketaatan kepada Yesus.

​5. Dampak pada Hubungan Sesama

​Setelah hubungan dengan Tuhan benar, prioritas selanjutnya adalah mengasihi sesama. Hubungan vertikal (dengan Tuhan) akan menentukan kualitas hubungan horizontal (dengan manusia).

​Firman Tuhan: "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:39)

​Makna: Skala prioritas yang Alkitabiah tidak mengabaikan orang lain, tetapi menjadikan kasih Kristus sebagai dasar untuk melayani mereka.

​Kesimpulan Skala Prioritas Kristen: 

Tuhan (Yesus): Hubungan pribadi, doa, dan firman.

​Keluarga: Tanggung jawab utama setelah Tuhan.

Pekerjaan/Pelayanan : Sebagai bentuk ibadah kepada-Nya.

Diri Sendiri/Hobi: Keinginan pribadi yang tunduk pada nilai-nilai Kristus.

Introspeksi: Jika jadwal harian Anda diperiksa, apakah Yesus terlihat sebagai nahkoda atau hanya sebagai "penumpang" yang dipanggil saat ada badai?

Saya Pdt Manser Sagala MTh mengajak kita semua untuk berjalan bersama dengan menjadikan skala prioritas ditengah dunia yang semakin tidak ada kepastian.

Di tengah dunia yang penuh perubahan, ketidakpastian, dan kegelisahan, satu hal tetap tidak tergoncangkan: Yesus Kristus adalah dasar yang teguh. Ketika Dia dijadikan pusat dan skala prioritas utama, hidup tidak selalu menjadi mudah, tetapi selalu memiliki arah, pengharapan, dan tujuan ilahi.

Berjalan bersama Tuhan Yesus bukanlah pilihan sesaat, melainkan keputusan harian untuk taat, setia, dan percaya penuh kepada pimpinan-Nya. Saat Yesus menjadi nahkoda kehidupan kita, badai sebesar apa pun tidak akan menenggelamkan iman, karena Dia yang memegang kendali.

Kiranya setiap kita berani menata ulang skala prioritas hidup, menempatkan Tuhan di tempat pertama, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang hidup, berdampak, dan memuliakan nama-Nya di mana pun kita berada.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya”. (Matius 6:33)

Biarlah firman ini bukan sekadar ayat hafalan, tetapi menjadi prinsip hidup setiap hari.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.