Namun kelompok lain justru memalingkan wajah dari Bitcoin. Mereka menilai performa Bitcoin sepanjang 2025 telah merusak reputasinya sebagai aset utama kripto. Fokus pun bergeser ke altcoin berisiko tinggi, meski volatilitasnya jauh lebih ekstrem dan kerugiannya tak kalah dalam.
Fenomena ini menciptakan apa yang disebut pelaku industri sebagai pasar bimodal: satu sisi bertahan pada Bitcoin meski tertekan, sisi lain berburu peluang di aset kecil dengan risiko besar. Di antara keduanya, banyak investor ritel memilih menepi, mencerna kerugian, dan merombak strategi.
Morales kini memilih pendekatan berbeda. Pengalaman menghadapi penurunan beruntun Bitcoin sepanjang 2025 membuatnya lebih disiplin dan tidak lagi reaktif terhadap fluktuasi jangka pendek.
Menjelang 2026, satu pelajaran besar tertanam di benak pasar: di dunia kripto, bahkan aset sebesar Bitcoin pun bisa “berkhianat”. Bukan karena teknologinya berubah, melainkan karena ekspektasi yang terlanjur terlalu tinggi, sementara realitas pasar bergerak tanpa ampun. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.