MENU
Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupia...
WA FB
News

Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupiah!

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Oct 2025 | 16:18 WIB
Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupiah!
Setelah kehilangan ratusan miliar dolar dalam sepekan, Bitcoin yang dulu dijuluki “emas digital” justru terperosok ke titik terendah sejak Juni. (Ilustrasi)

Raksasa Kripto Beralih ke Dunia Finansial Konvensional

Ketika harga aset digital terguncang, sejumlah perusahaan besar kripto justru memilih langkah sebaliknya: masuk ke dunia keuangan tradisional. Kraken, Circle, BitGo, dan Ripple kini berlomba mengantongi lisensi perbankan, sistem pembayaran, hingga izin kartu kepercayaan.

“Timing-nya menarik,” kata analis BTC Markets, Rachael Lucas. “Saat pasar ambruk, mereka justru mengincar legitimasi lewat jalur perbankan,” sambungnya.

Menurutnya, langkah ini bisa jadi strategi untuk mengurangi volatilitas ekstrem di sektor kripto sekaligus membangun kepercayaan publik.

Namun di sisi lain, bayang-bayang risiko global masih menghantui. Perseteruan dagang AS–China memicu efek domino ke pasar keuangan dunia. Dua korporasi besar Amerika, First Brands Group dan Tricolor Holdings, dinyatakan bangkrut, menimbulkan kekhawatiran soal potensi krisis kredit baru.

Bahkan kerugian akibat skandal keuangan di Zions Bancorp dan Western Alliance membuat pasar perbankan AS kehilangan lebih dari US$100 miliar hanya dalam sehari.

Investor Panik, Dana Mengalir Keluar

Gelombang kepanikan investor terlihat jelas. Data menunjukkan, pada Kamis (16/10/2025), investor menarik dana senilai US$593 juta dari reksa dana Bitcoin dan Ether yang terdaftar di Amerika Serikat. Rasio put-to-call untuk Bitcoin di bursa derivatif Deribit naik ke 1,33, tanda banyak investor membeli “asuransi” untuk melindungi diri dari potensi penurunan harga lebih dalam.

“Derivatif saat ini menjadi medan utama tekanan pasar,” ungkap Timothy Misir, kepala riset BRN.

“Pedagang berbondong-bondong membeli proteksi jangka pendek, membuat volatilitas meningkat tajam ke dua arah,” imbuh Misir.

Sementara itu, aset safe haven sejati seperti emas dan perak terus mencetak rekor baru. Harga kedua logam mulia itu justru menanjak di saat kripto terpuruk. Dalam sepekan hingga 12 Oktober, harga Bitcoin terjun 6,3 persen, penurunan terbesar sejak Maret lalu, dan belum juga pulih hingga kini.

Para analis menilai, kejatuhan Bitcoin kali ini bukan sekadar koreksi biasa. Matthew Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise, menilai kripto kini berperan sebagai “burung canary di tambang batu bara",,  indikator dini dari ketegangan pasar global.

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.