MENU
Blue Origin Siap Bungkam SpaceX dalam Kompetisi Antariksa ke Bulan
WA FB
Berita

Blue Origin Siap Bungkam SpaceX dalam Kompetisi Antariksa ke Bulan

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Feb 2026 | 19:47 WIB
Blue Origin Siap Bungkam SpaceX dalam Kompetisi Antariksa ke Bulan
Fokus baru eksplorasi antariksa bergeser ke Bulan. Blue Origin dan SpaceX saling berlomba menjadi yang pertama tiba. (Ist)

Los Angeles, Sinata.id — Arena eksplorasi luar angkasa kian panas, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, mengumumkan komitmen total untuk mendahului rivalnya, SpaceX, dalam misi kembali ke Bulan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Blue Origin, Dave Limp, dalam sesi wawancara eksklusif di acara Defense Tech Summit yang digelar di West Palm Beach, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Limp menegaskan bahwa langkah perusahaan kini sepenuhnya fokus untuk mengejar ketertinggalan dalam perlombaan bulan yang kian sengit antara pabrikan roket swasta terkemuka dunia.

“Kita siap ‘memindahkan langit dan bumi’ agar dapat mencapai Bulan sebelum pesaing lain,” ujar Limp, dikutip Rabu (18/2/2026).

Sebagai bagian dari strategi ambisius itu, Blue Origin memutuskan mengalihkan sumber daya manusia dan teknis dari program wisata antariksa suborbital, New Shepard, ke proyek-proyek yang berorientasi kepada pendaratan di Bulan. Program wisata tersebut sebelumnya menjadi andalan perusahaan dalam membawa penumpang berbayar melewati batas atmosfer.

Keputusan ini menunjukkan perubahan arah yang drastis: dari perjalanan singkat ke tepi luar angkasa, kini fokus perusahaan adalah mencapai tujuan mulia di permukaan satelit Bumi tersebut sebelum pihak lain melakukannya.

Blue Origin saat ini tengah menyiapkan peluncuran New Glenn, roket orbital canggih yang diharapkan menjadi tulang punggung misi lunar dalam waktu dekat. Bersama itu, perusahaan juga tengah mengerjakan pendarat yang dirancang untuk membawa kargo dan personel ke permukaan Bulan dalam program Artemis yang diprakarsai NASA.

Badan antariksa Amerika Serikat, yang sebelumnya mengandalkan SpaceX untuk pendaratan astronot, kini telah memperluas kompetisi dengan melibatkan Blue Origin sebagai mitra teknis melalui kontrak bernilai miliaran dolar. Administrasi NASA bahkan menyatakan akan menggunakan perangkat pendarat mana pun yang siap terlebih dahulu untuk misi lunar berikutnya.

Kompetisi dengan SpaceX makin tajam setelah perusahaan besutan Elon Musk menggeser sebagian besar fokusnya ke Bulan, setelah sebelumnya menempatkan Mars sebagai target utama jangka panjang. SpaceX tengah mengembangkan Starship, roket generasi baru yang juga dirancang menciptakan basis berkelanjutan di Bulan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.