MENU
BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang...
WA FB
Sains & Teknologi

BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang Lebaran 2026

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Mar 2026 | 20:39 WIB
BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penyebabnya Jelang Lebaran 2026
Ilustrasi cuaca panas. (gettyimages)

Pematangsiantar, Sinata.id – Sebagian besar wilayah Indonesia saat ini mengalami cuaca panas yang cukup menyengat, terutama pada siang hari.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa kondisi tersebut bukanlah fenomena gelombang panas (heatwave).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan suhu yang terjadi masih dalam kategori normal untuk wilayah tropis seperti Indonesia.

“Fenomena ini bukan gelombang panas, melainkan peningkatan suhu udara yang masih dalam batas wajar,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, gelombang panas umumnya terjadi di wilayah subtropis dengan suhu sangat tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Sementara itu, di Indonesia, variasi suhu cenderung lebih stabil dan masih disertai pembentukan awan serta hujan.

Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas

BMKG menyebutkan bahwa periode Maret hingga Mei memang kerap ditandai dengan suhu udara yang terasa lebih panas. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain posisi matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa, berkurangnya tutupan awan, serta kondisi angin yang relatif lemah.

Selain itu, fenomena urban heat island di wilayah perkotaan juga memperparah kondisi panas. Kawasan yang didominasi bangunan dan minim vegetasi cenderung menyimpan panas lebih lama, sehingga suhu terasa lebih gerah, terutama pada siang hingga sore hari.

Suhu Capai 37 Derajat Celsius

BMKG mencatat, pada periode 12–15 Maret 2026, suhu maksimum di sejumlah wilayah mencapai angka cukup tinggi, di antaranya Jawa Barat 37,2 derajat celsius, Kalimantan 36,4 derajat celsius, Banten 36,2 derajat celsius, dan Jawa Timur 35 derajat celsius.

Kondisi ini dipicu oleh pergeseran distribusi hujan ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga beberapa daerah mengalami tutupan awan yang lebih sedikit dan paparan radiasi matahari menjadi lebih optimal.

Potensi Hujan Masih Tinggi

Meski suhu terasa panas, BMKG menegaskan bahwa potensi hujan masih cukup tinggi, terutama pada siang hingga sore hari.

Pada periode 17–23 Maret 2026, cuaca di Indonesia diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, seperti:

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.