MENU
BNI Catat Laba Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025
WA FB
News

BNI Catat Laba Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025

R Editor : Redaksi Sinata | 24 Oct 2025 | 13:48 WIB
BNI Catat Laba Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025
BNI mencatat laba bersih Rp15,12 triliun pada kuartal III 2025, ditopang pertumbuhan kredit 10,5% dan lonjakan transaksi aplikasi wondr by BNI. (Ist)

Sinata.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, sukses mengantongi laba bersih Rp15,12 triliun, meski secara tahunan turun 7,32% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan BNI terletak pada disiplin dalam menjaga kualitas portofolio dan efisiensi pembiayaan.

“Keberhasilan ini mencerminkan kemampuan BNI untuk tetap adaptif menghadapi tantangan, sambil terus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

BNI membukukan pendapatan bunga Rp51,16 triliun hingga September 2025, naik 4,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan beban bunga Rp21,91 triliun, bank ini mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp29,25 triliun, menjadi bukti kemampuan BNI menjaga margin keuntungan di tengah tekanan biaya dana.

Dari sisi kesehatan keuangan, BNI tetap berdiri kokoh. Rasio kecukupan modal (CAR) berada di angka 21,1%, termasuk Tier-1 Capital yang solid.

Likuiditas juga berada dalam kondisi aman dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 86,9%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 167,4%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 142,1%.

Rasio kredit bermasalah (NPL gross) juga terkendali di 2,0%, sedangkan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 10,4%. Kredit Tumbuh di Semua Segmen Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp812,2 triliun, tumbuh 10,5% year on year (yoy).

Pertumbuhan itu menyebar merata di seluruh lini bisnis.

Kredit korporasi naik 12,4% menjadi Rp450,7 triliun, didorong pembiayaan swasta dan BUMN. Kredit menengah melonjak 14,3% yoy.

Kredit UMKM non-KUR tumbuh 13,9% menjadi Rp46,3 triliun — memperkuat peran BNI dalam mendukung sektor riil.

Segmen konsumer naik 9,6% menjadi Rp150,2 triliun, berkat lonjakan pembiayaan KPR, personal loan, dan kartu kredit.

Selain itu, sinergi antar anak usaha juga mendorong pertumbuhan bisnis grup BNI hingga 15,3% yoy menjadi Rp17,4 triliun.

“Pertumbuhan kredit BNI kini lebih seimbang di seluruh segmen. Ini membuktikan efektivitas strategi kami dalam menjaga kualitas aset dan mendorong pertumbuhan sektor produktif,” ujar Paolo. Manajemen Risiko dan Cadangan Kuat BNI juga memperkuat ketahanan keuangan melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang disiplin dan terukur.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.