MENU
Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Ayah Desak Autopsi
WA FB
Berita

Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Ayah Desak Autopsi

J Editor : Jansen Siahaan | 21 Feb 2026 | 22:14 WIB
Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Ayah Desak Autopsi
Ayah korban, Anwar. (tangkapanlayar)

Sukabumi, Sinata.id – Kematian bocah berinisial NS (12) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyisakan duka sekaligus tanda tanya.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di hampir seluruh tubuhnya.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkap kronologi saat dirinya pertama kali menerima kabar kondisi sang anak.

Ia menuturkan, pada Kamis (19/2/2026) dirinya sedang berada di Sukabumi ketika ditelepon oleh istrinya yang mengabarkan NS sakit parah. Mendengar hal itu, Anwar langsung bergegas pulang.

“Pas saya pulang, kondisinya sangat jauh dengan saat saya berangkat. Sebelum berangkat belum terjadi apa-apa,” ujar Anwar saat ditemui, Sabtu (21/2/2026).

Setibanya di rumah, ia mendapati anaknya sudah mengalami luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong setelah beberapa jam mendapat perawatan medis.

Ayah Korban Minta Autopsi

Anwar menegaskan tidak menuduh pihak mana pun terkait kematian putranya. Meski begitu, ia meminta autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.

“Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya, biar jelas nanti hasilnya,” katanya.

Ia juga mengungkap bahwa sekitar setahun lalu korban pernah mengalami dugaan penganiayaan. Kasus tersebut sempat dilaporkan ke polisi, tetapi berakhir damai secara kekeluargaan.

Temuan Autopsi Awal Hasil autopsi sementara menunjukkan NS, warga Kampung Cimandala, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, mengalami luka bakar luas di berbagai bagian tubuh.

Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengatakan autopsi dilakukan setelah jenazah diterima dari Polres Sukabumi pada Jumat (20/2/2026) dini hari.

Proses pemeriksaan forensik berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam, termasuk pemeriksaan organ dalam dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium lanjutan di Jakarta.

Tim menemukan luka bakar pada lengan, tangan, paha, kaki, punggung, hingga area wajah, termasuk bibir dan hidung yang diduga terpapar panas.

Selain itu, terdapat pembengkakan ringan pada jantung dan paru-paru. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.

“Dokter forensik belum bisa menyimpulkan ini akibat penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian masih belum dapat dipastikan,” ujar Carles.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.