Pematangsiantar, Sinata.id - Seorang anak berusia 9 tahun berinisial AS, warga Kecamatan Siantar Marimbun, diduga menjadi korban kekerasan oleh orangtuanya sendiri. Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari warga sekitar, Kamis (16/4/2026).
AS diketahui merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan masih bersekolah di tingkat sekolah dasar di Kecamatan Siantar Marihat.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, korban mengaku mengalami kekerasan fisik menggunakan kabel charger telepon genggam.
“Anak itu mengaku dipukul pakai charger,” ujar warga tersebut. Selain itu, warga juga menyebut orangtua korban bekerja sebagai pengawas di sebuah koperasi. Ia menambahkan, ayah korban kerap pulang hingga dini hari.
“Sering pulang sampai pagi, katanya tiap malam ke kafe sampai sekitar pukul 04.00 WIB,” ungkapnya.
Menurut keterangan warga, keluarga tersebut baru sekitar satu tahun terakhir tinggal di wilayah Siantar Marimbun setelah sebelumnya berpindah dari luar daerah.
Untuk sementara waktu, korban kini berada di rumah petugas Bhabinkamtibmas setempat guna menghindari kemungkinan terjadinya kekerasan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut. (SN14)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.