Jakarta, Sinata.id — Dalam kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Indonesia terus mengandalkan pembiayaan luar negeri untuk mendukung belanja negara dan pembangunan jangka panjang. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai US$431,7 miliar, atau setara lebih dari Rp7.200 triliun berdasarkan kurs tengah JISDOR. Dari jumlah itu, porsi utang pemerintah mencapai US$238,9 miliar sementara sektor swasta menyumbang sekitar US$192,8 miliar.
Data yang ditelaah redaksi mengungkap daftar negara yang menjadi kreditur terbesar Indonesia, sebuah gambaran penting tentang hubungan finansial antarnegara di era ekonomi yang dinamis.
1. Singapura — Kreditur Utama di Asia Tenggara
Posisi teratas pemberi utang luar negeri Indonesia ditempati oleh Negara Singapura. Negeri Merlion tercatat sebagai pemberi pinjaman terbesar, dengan komitmen dana mencapai sekitar US$55 miliar, menjadikannya kontributor utama pembiayaan eksternal RI. Peran kuat Singapura ini mencerminkan hubungan dagang dan keuangan yang sangat dekat antara kedua negara.
2. Amerika Serikat — Mitra Strategis di Urutan Kedua
Menyusul Singapura, Amerika Serikat berada di posisi kedua sebagai sumber kredit signifikan bagi Indonesia. Sebagai negara dengan pasar keuangan terbesar di dunia, Amerika Serikat tercatat menyediakan utang dalam jumlah puluhan miliar dolar AS, memperkuat keterkaitan ekonomi bilateral kedua negara.
3. Jepang — Kreditur Asia dengan Jejak Panjang
Di urutan berikutnya, Jepang menjadi salah satu pemberi pinjaman terbesar ke Indonesia. Hubungan finansial dengan Tokyo telah terjalin sejak lama, khususnya dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur dan program kerja sama strategis lintas sektor.
4. China — Kontribusi Besar di Tengah Ketegangan Global
Meski bukan yang tertinggi, China tetap berada dalam daftar negara pemberi utang utama ke Indonesia. Pinjaman dari Beijing mencerminkan perluasan kerja sama ekonomi, yang mencakup proyek infrastruktur besar.
5. Hong Kong — Kreditur Asia Tiongkok
Sektor utang luar negeri Indonesia juga mencatat kontribusi signifikan dari Hong Kong, yang meskipun ukurannya lebih kecil dibanding negara lain di daftar lima besar, tetap menjadi kreditur penting di kawasan Asia. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.