“Kalau masih mahal, pemerintah harus memberi subsidi. Jika belum merata, distribusinya harus sampai ke daerah terpencil, termasuk Papua,” katanya.
Persoalan distribusi juga menjadi sorotan. Biaya logistik yang tinggi serta rantai distribusi yang panjang sering membuat ongkos kirim buku ke luar Jawa justru lebih mahal daripada harga bukunya sendiri.
Situasi ini, menurut Fikri, menjadi ironi dalam dunia pendidikan yang seharusnya segera diatasi melalui kebijakan fiskal dan sistem distribusi yang lebih efisien. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.