Sekitar 2010 atau 2011, Chen berpindah ke Kamboja dan mulai menekuni sektor properti.
Langkah itu bertepatan dengan melonjaknya pasar real estate negara tersebut, yang dipicu maraknya investasi asing, terutama dari China.
Booming properti Kamboja kala itu didorong oleh ketersediaan lahan luas yang dikuasai elite berpengaruh, serta aliran modal besar seiring pelaksanaan Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) yang digagas Presiden China Xi Jinping.
Selain proyek infrastruktur, masuk pula dana dari investor individu China yang mencari peluang di luar pasar domestik yang tengah melemah. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.