“Banyak pabrik baterai di wilayah Tenggara AS akan langsung terdampak. Ini bukan sekadar bahan mentah, tapi jantung dari seluruh produksi mereka,” ungkap Celina Mikolajczak, mantan eksekutif Tesla dan Panasonic.
Saham-saham perusahaan energi langsung berguncang. Fluence Energy Inc anjlok 12% dalam sehari, penurunan terbesar sejak Agustus, sementara Tesla ikut merosot 5%.
CEO Dragonfly Energy Corp, Denis Phares, menyebut kebijakan ini menambah “lapisan kompleksitas baru” dalam rantai pasokan global yang sudah sempit.
“Ini memperjelas pentingnya inovasi domestik. Kami tengah berupaya keras mengurangi ketergantungan pada China,” ujarnya.
Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menempatkan industri baterai China dalam posisi rumit.
Dengan kapasitas produksi berlebih di dalam negeri, Beijing tetap butuh pasar luar negeri.
“Mereka harus menyeimbangkan kekuatan dan ketergantungan,” terang Bryan Bille dari Benchmark Mineral Intelligence.
China Tak Sekadar Mengancam, Tapi Mengamankan Tahta
Para analis menilai, langkah ini bukan hanya soal balas dendam dagang, tapi juga ambisi jangka panjang: mempertahankan supremasi teknologi energi bersih dunia.
“China sangat jelas: mereka tak mau menyerahkan teknologi intinya kepada siapa pun. Mereka ingin memimpin industri ini selama puluhan tahun ke depan,” kata Ilaria Mazzocco dari CSIS.
Dengan kata lain, pembatasan ini bukan ancaman sementara. Ini strategi bertahap yang menyentuh inti kekuatan global, energi, teknologi, dan kendali rantai pasokan.
Semua mata kini tertuju pada pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Korea Selatan akhir bulan ini.
Namun, hubungan itu kembali tegang setelah Trump menyebut “tidak ada alasan untuk hadir” dalam pertemuan tersebut dan mengancam tarif tambahan 100% bagi produk China.
Meski demikian, Gedung Putih mengisyaratkan masih membuka peluang dialog. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.