MENU
Ciri Orang Benar di Usia Senja: Tetap Berbuah dan Setia Mengandalkan T...
WA FB
Religi

Ciri Orang Benar di Usia Senja: Tetap Berbuah dan Setia Mengandalkan Tuhan

G Editor : Gunawan Purba | 08 Jan 2026 | 14:25 WIB
Ciri Orang Benar di Usia Senja: Tetap Berbuah dan Setia Mengandalkan Tuhan
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Oleh : Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

Mazmur 92 ayat 13–16 menggambarkan kehidupan orang benar yang bertumbuh dan berbuah hingga masa tuanya. Firman Tuhan menyatakan bahwa orang benar akan bertunas seperti pohon korma dan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon.

Mereka ditanam di bait Tuhan dan tetap bertunas di pelataran Allah, bahkan pada masa tua masih berbuah, segar, dan penuh daya.

Renungan ini ditujukan secara khusus kepada mereka yang memasuki apa yang disebut sebagai “usia indah”, yakni usia menjelang 70 tahun dan lebih.

Usia ini disebut indah karena merupakan fase kehidupan yang penuh pengharapan, ketika seseorang dapat berkata dengan keyakinan iman, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21), sebab kematian bukan akhir, melainkan pintu menuju persekutuan kekal bersama Tuhan.

Dalam kehidupan orang benar, terdapat kegirangan yang tidak dimiliki oleh mereka yang hidup dalam kefasikan. Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Tuhan mengenal jalan orang benar yang menuju kepada kehidupan, sedangkan jalan orang fasik berakhir pada kebinasaan (Mazmur 1:6). Perbedaan ini akan semakin nyata terlihat pada masa tua, ketika buah iman menjadi bukti nyata dari perjalanan hidup seseorang.

Pada usia indah, orang percaya seharusnya dapat menyaksikan sendiri betapa baik dan adilnya Tuhan.

Sekalipun Tuhan senantiasa memanggil orang fasik untuk bertobat dan kembali ke jalan-Nya, ketidaktaatan akan membawa konsekuensi yang berbeda dalam kualitas hidup, khususnya di masa senja. Firman Tuhan menunjukkan bahwa orang benar tetap hidup produktif, kuat, dan penuh semangat, seperti rajawali yang terbang tinggi tanpa lelah (Yesaya 40:31).

Kehidupan orang benar di usia tua bukanlah kehidupan yang meredup, melainkan kehidupan yang terus memancarkan kesegaran rohani, menjadi kesaksian bahwa Tuhan itu benar, setia, dan tidak pernah berlaku curang terhadap umat-Nya. Semua ini terjadi karena orang benar senantiasa mengandalkan Tuhan dan menantikan campur tangan-Nya dalam setiap langkah kehidupan.

Sebagai penutup, Firman Tuhan mengingatkan, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan” (Yeremia 17:7). Oleh karena itu, di setiap musim kehidupan—termasuk di usia indah—marilah kita terus mengandalkan Tuhan dalam segala lakunya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.