Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi atas berbagai hasil, mulai dari ajang olahraga hingga peristiwa politik, dan dalam setahun terakhir mengalami lonjakan popularitas signifikan.
Coinbase bukan satu-satunya pemain yang terjun ke sektor ini. Robinhood Markets Inc. lebih dulu meluncurkan produk pasar prediksi berbasis Kalshi pada awal tahun.
Sementara itu, bursa kripto Gemini, yang didirikan oleh Tyler dan Cameron Winklevoss, juga telah mengantongi izin untuk menghadirkan layanan serupa.
Di sisi lain, Crypto.com menjalin kemitraan dengan Trump Media & Technology Group Corp. untuk mengembangkan produk pasar prediksi mereka sendiri.
Tak berhenti di situ, Coinbase juga mengumumkan serangkaian produk baru yang ditujukan khusus bagi klien institusional.
Salah satunya adalah layanan yang memungkinkan perusahaan menerbitkan stablecoin bermerek sendiri, yang didukung oleh kombinasi USDC dan stablecoin berbasis dolar AS lainnya.
Produk lain bertajuk “Coinbase Tokenize” akan membuka jalan bagi institusi untuk menokenisasi aset tradisional, termasuk saham milik mereka sendiri.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Coinbase mendorong adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan arus utama.
“Masa depan sistem keuangan sedang dibangun di Coinbase,” tegas Armstrong.
Meski agresif berekspansi, kinerja saham Coinbase di pasar modal belum sepenuhnya mencerminkan optimisme tersebut.
Sepanjang tahun ini, saham perusahaan tercatat melemah sekitar 1,66 persen, seiring tekanan yang juga dialami pasar kripto global sejak Oktober lalu.
Dengan ekspansi ke saham, pasar prediksi, dan tokenisasi aset, Coinbase kini bertaruh pada diversifikasi besar-besaran. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.