Sinata.id - Sebuah crane konstruksi raksasa ambruk tepat saat kereta penumpang melintas di wilayah timur laut Thailand, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Benturan keras membuat rangkaian kereta keluar jalur, sejumlah gerbong hancur, bahkan satu di antaranya dilalap api. Tragedi ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai 66 lainnya.
Otoritas setempat mencatat sekitar 171 penumpang berada di dalam kereta yang melaju dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani. Korban luka mencakup kelompok paling rentan—seorang balita berusia satu tahun dan lansia 85 tahun—dengan tujuh orang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Dari lokasi kejadian, kepulan asap dan puing beton berserakan menjadi saksi betapa cepatnya musibah itu terjadi.
“Awalnya serpihan kecil berjatuhan. Lalu crane meluncur turun dan menghantam kereta dengan suara benturan yang sangat keras. Semuanya berlangsung kurang dari satu menit,” tutur saksi mata Maliwan Nakthon kepada BBC Thai, dikutip Rabu (14/1/2026).
Kesaksian senada disampaikan Thirasak Wongsoongnern, staf kereta api yang selamat. Ia menggambarkan detik-detik ketika penumpang terlempar akibat hantaman mendadak.
“Kami seperti terangkat ke udara,” katanya kepada media lokal.
Penyelidikan segera digulirkan. State Railway of Thailand (SRT) mengumumkan proses hukum terhadap perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas crane tersebut.
Media lokal melaporkan, crane tengah mengangkat balok beton berukuran besar ketika struktur penyangga gagal, menimpa rangkaian kereta dan menyebabkan empat gerbong anjlok.
Perusahaan kontraktor, Italian-Thai Development Public Company Limited, menyampaikan penyesalan mendalam dan berjanji memberikan kompensasi serta bantuan bagi keluarga korban meninggal maupun yang terluka. Namun, tekanan publik kian menguat.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan pihak yang lalai harus dimintai pertanggungjawaban.
“Kecelakaan seperti ini hanya mungkin terjadi karena kelalaian—tahapan yang diabaikan, penyimpangan desain, atau material yang tidak sesuai,” ujarnya.
Crane itu merupakan bagian dari pembangunan jalur kereta layang dalam proyek kereta cepat bernilai US$5,4 miliar yang didukung China, bertujuan menghubungkan Bangkok hingga perbatasan Laos.
Proyek ini secara resmi bernama Bangkok–Nong Khai HSR Development for Regional Connectivity, dengan Italian-Thai Development tercatat menggarap seksi Lam Takhong–Sikhio, lokasi insiden.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.