Kalimantan Barat, Tengah, Timur, Utara
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.500 | Pertamax Turbo Rp13.400 | Dexlite Rp14.000 | Pertamina Dex Rp14.300 | Biosolar subsidi Rp6.800
Kalimantan Selatan
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.800 | Pertamax Turbo Rp13.700 | Dexlite Rp14.300 | Pertamina Dex Rp14.600 | Biosolar subsidi Rp6.800
Sulawesi (Selatan, Barat, Tenggara, Tengah, Utara, Gorontalo)
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.500 | Pertamax Turbo Rp13.400 | Dexlite Rp14.000 | Pertamina Dex Rp14.300 | Biosolar subsidi Rp6.800
Maluku & Maluku Utara
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.500 | Dexlite Rp14.000
Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.500 | Dexlite Rp14.000 | Biosolar subsidi Rp6.800
Papua Barat & Papua Barat Daya
Pertalite Rp10.000 | Pertamax Rp12.500 | Dexlite Rp14.000 | Pertamina Dex Rp14.300 | Biosolar subsidi Rp6.800
Bagi masyarakat, kabar bahwa harga Pertalite dan Pertamax masih stabil tentu menjadi angin segar.
Namun, kenaikan pada Dexlite dan Pertamina Dex bisa berdampak pada sektor transportasi dan logistik yang banyak menggunakan solar nonsubsidi.
Kebijakan harga BBM ini dipastikan akan terus dievaluasi mengikuti pergerakan harga minyak dunia dan kurs rupiah.
Pertamina menegaskan, setiap perubahan harga selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat serta ketahanan energi nasional. (A46)
sumber: cnnindonesia
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.