Jakarta, Sinata.id - Kadar gula darah yang melebihi batas normal dalam waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari sakit kepala hingga penyakit jantung. Kondisi yang dikenal sebagai hiperglikemia ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah.
Mengacu pada informasi medis dari Mayo Clinic, kadar gula darah normal berada di bawah 100 mg/dL. Angka 100–125 mg/dL dikategorikan sebagai prediabetes, sedangkan 126 mg/dL atau lebih termasuk diabetes.
Kondisi ini dapat dialami oleh penderita diabetes, prediabetes, maupun individu tanpa riwayat penyakit yang tidak mengontrol asupan gula hariannya.
Hiperglikemia umumnya dipengaruhi pola konsumsi, terutama makanan tinggi karbohidrat sederhana, lemak jenuh, minuman bersoda, minuman berenergi, serta alkohol dengan kandungan gula tambahan tinggi.
Berikut sejumlah dampak kesehatan yang perlu diwaspadai apabila kadar gula darah tidak terkontrol:
1. Gangguan pada Kepala dan Pembuluh Darah
Sakit kepala dapat muncul ketika kadar gula darah melewati ambang diabetes. Perubahan hormon akibat hiperglikemia dapat memicu penyempitan pembuluh darah di otak sehingga menimbulkan nyeri secara bertahap.
2. Kerusakan Ginjal
Kadar gula yang tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah dan membuang sisa metabolisme. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.
3. Perubahan Suasana Hati dan Risiko Depresi
Lonjakan gula darah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan memicu inflamasi. Dampaknya antara lain gangguan tidur, mudah marah, hingga peningkatan risiko depresi.
4. Penurunan Fungsi Kognitif
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia menemukan hubungan antara hiperglikemia dan penurunan kemampuan kognitif. Studi jangka panjang terhadap lebih dari 5.000 partisipan menunjukkan penurunan fungsi berpikir lebih cepat terjadi pada kelompok dengan kadar gula tinggi.
5. Disfungsi Ereksi pada Pria
Kelebihan gula dalam darah dapat mengganggu sistem peredaran darah. Aliran darah yang tidak optimal berisiko memicu gangguan ereksi karena sirkulasi menjadi faktor penting dalam proses tersebut.
6. Gangguan Sistem Limbik Otak
Konsumsi makanan manis berlebihan dapat memengaruhi sistem limbik, bagian otak yang mengatur rasa senang dan dorongan perilaku. Respons ini membuat keinginan terhadap makanan manis semakin meningkat.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.