MENU
Dari Hampir Dibuang hingga Dicintai — Casemiro dan Perpisahan yang Tid...
WA FB
Olahraga

Dari Hampir Dibuang hingga Dicintai — Casemiro dan Perpisahan yang Tidak Pernah Terduga

T Editor : Tigor Munthe | 17 May 2026 | 13:21 WIB
Dari Hampir Dibuang hingga Dicintai — Casemiro dan Perpisahan yang Tidak Pernah Terduga
Casemiro. (Foto: Istimewa)

Manchester, Sinata.id  – Tidak banyak pemain yang bisa mengubah narasi karier mereka secepat dan sedramatis Casemiro di Manchester United. Dari hampir menjadi bahan ejekan, ia pergi sebagai pahlawan.

Gelandang Brasil berusia 34 tahun itu melakoni penampilan terakhirnya di Old Trafford melawan Nottingham Forest, Minggu ini — dilepas dengan nyanyian "one more year" yang menggema dari tribun. Semua orang tahu itu tidak akan terjadi. Tapi semua orang tetap menyanyikannya. Titik Terendah Satu tahun lalu, ceritanya sangat berbeda. Desember 2024, Casemiro nyaris tidak bisa masuk starting eleven.

Ruben Amorim bahkan terang-terangan menyebut pemain muda Toby Collyer lebih layak bermain di depannya.

Kritik Jamie Carragher — "tinggalkan sepak bola sebelum sepak bola meninggalkanmu" — terasa semakin relevan.

Tidak ada yang membantah. Tidak ada yang membelanya. Tiga Bulan yang Mengubah Segalanya Casemiro tidak merespons dengan kata-kata. Ia merespons dengan kerja keras. Tiga bulan penuh ia berjuang di balik layar — dan pada Maret 2025, ia kembali ke starting eleven untuk laga Liga Europa melawan Real Sociedad. Sejak saat itu, ia tidak pernah absen dari laga besar United.

"Mentalitasnya adalah terus, terus, terus maju," katanya dalam wawancara bersama Rio Ferdinand.

"Saya mungkin tidak selalu bermain bagus — saya bukan robot. Tapi pertandingan berikutnya, saya berikan segalanya," katanya dilansir dari BBC, Minggu (17/5/2026).

Performa pemulihannya begitu meyakinkan hingga ia dipanggil kembali ke skuad Brasil — dan kemungkinan besar akan menjadi kapten Carlo Ancelotti di Piala Dunia musim panas ini. Warisan untuk Mainoo Di luar lapangan, warisan terbesar Casemiro mungkin adalah pengaruhnya terhadap Kobbie Mainoo.

Ironis memang — dulu Mainoo bersaing dengannya untuk tempat di tim utama. Kini keduanya menjadi duet gelandang terbaik di bawah Michael Carrick, bermain bersama dalam 13 dari 15 laga.

"Kobbie adalah temanku. Ia pemain lengkap — masa kini dan masa depan Manchester United," kata Casemiro. "Yang perlu ia tingkatkan hanya satu: lebih banyak menyentuh bola." Perpisahan yang Layak Casemiro tiba di United seharga £70 juta pada 2022 — membawa lima gelar Liga Champions dari Real Madrid.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.