Lebih dari itu, kehadiran negara-negara sahabat dalam satu momen spiritual yang sama menjadi fondasi awal membangun tradisi kebersamaan di masa depan.
Di penghujung pernyataannya, Abu Rokhmad mengingatkan agar nilai-nilai Ramadan tidak berhenti di hari raya.
Disiplin, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah ditempa selama sebulan penuh, menurutnya, harus tetap dijaga sebagai energi untuk membangun bangsa.
Dari Masjid Istiqlal, gema takbir malam itu bukan sekadar penanda hari raya. Ia menjadi simbol bahwa kebersamaan dapat melampaui batas geografis—menyatukan umat dalam satu suara kemenangan. (A18)
Sumber: Situs Kemenag
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.