MENU
Dari Sekolah Hingga Desa, Novita Gaspol Kreativitas dan Zero Sampah di...
WA FB
Nasional

Dari Sekolah Hingga Desa, Novita Gaspol Kreativitas dan Zero Sampah di Trenggalek

G Editor : Gunawan Purba | 15 Feb 2026 | 16:44 WIB
Dari Sekolah Hingga Desa, Novita Gaspol Kreativitas dan Zero Sampah di Trenggalek
Novita Hardini

Trenggalek, Sinata.id – Komitmen Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kembali terlihat lewat rangkaian kunjungannya di Trenggalek, 12–13 Februari 2026.

Dari ruang kelas hingga kelompok tani perempuan, ia menggerakkan semangat kemandirian ekonomi berbasis kreativitas, digitalisasi, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Di SMAN 1 Munjungan, Kecamatan Munjungan, suasana dialog berlangsung hangat dan penuh antusias. Di hadapan para siswa, politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan bahwa sekolah harus mampu menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Menurutnya, masa depan tak lagi bertumpu pada sektor formal semata. Industri kreatif seperti gim, film, animasi, hingga pemasaran digital membuka peluang besar bagi generasi Z untuk berkarya sekaligus mandiri secara ekonomi.

Ia menekankan, ekosistem kreatif tak hanya membutuhkan sosok di depan layar, tetapi juga talenta di balik layar—penulis, editor, animator, hingga kreator berbasis literasi dan teknologi.

Karena itu, sekolah didorong menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti teater, koding, dan pelatihan kreatif digital.

Bagi Novita, ruang-ruang kreatif tersebut bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan investasi masa depan. Semakin dini generasi muda membangun pengalaman dan keterampilan, semakin kuat daya saing mereka di tengah perubahan industri.

Pesan pemberdayaan itu berlanjut saat ia bertemu Guru PPG Non Sertifikasi di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Dalam dialog tersebut, para guru menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan dan kepastian status.

Novita menyatakan bahwa perjuangan peningkatan kesejahteraan guru tetap harus ditempuh melalui jalur kebijakan nasional. Namun, sembari menunggu proses tersebut, ia menawarkan solusi taktis berupa inkubasi UMKM serta peluang menjadi affiliate dan konten kreator guna menambah penghasilan.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan kementerian bidang UMKM dan ekonomi kreatif, ia menilai transformasi digital telah membuka akses usaha tanpa batas geografis. Guru, menurutnya, dapat memanfaatkan platform digital secara produktif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Meski menyambut baik peluang inkubasi UMKM, para guru tetap berharap adanya kejelasan kebijakan di tingkat pusat. Menanggapi hal itu, Novita berkomitmen mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi lintas komisi di DPR RI.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.