Jakarta, Sinata.id - Perdebatan panas soal konflik Palestina mendadak menjadi sorotan publik setelah cuplikan adu argumen antara pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda dan pakar hukum tata negara Feri Amsari viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi dalam program diskusi televisi Rakyat Bersuara yang disiarkan langsung pada Selasa malam, 10 Maret 2026.
Dalam tayangan itu, diskusi yang awalnya membahas posisi Indonesia terhadap Palestina berubah menjadi perdebatan sengit. Feri Amsari menjelaskan latar belakang historis mengapa Indonesia konsisten mendukung perjuangan Palestina sejak masa awal kemerdekaan.
Menurut Feri, hubungan kedua bangsa memiliki ikatan sejarah yang kuat.
“Kalau bicara utang sejarah, sebenarnya kita punya utang budi besar kepada Palestina,” ujar Feri dalam diskusi tersebut, dikutip Kamis (12/3/2026).
Adu Argumen Berujung Emosi
Penjelasan tersebut memicu reaksi keras dari Abu Janda. Aktivis media sosial itu membantah narasi tersebut dan menyebut klaim mengenai dukungan awal Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia sebagai informasi yang keliru.
Dalam perdebatan yang berlangsung semakin panas, Abu Janda beberapa kali memotong penjelasan Feri dengan nada tinggi. Ia bahkan menyatakan tidak ada “utang sejarah” antara Indonesia dan Palestina.
Situasi studio pun berubah tegang. Adu argumen tidak lagi sekadar diskusi akademik, tetapi berubah menjadi perdebatan emosional yang sulit dikendalikan.
Diminta Keluar dari Studio
Ketika perdebatan semakin memanas dan kata-kata kasar mulai terlontar, Feri Amsari meminta pembawa acara mengambil sikap tegas agar diskusi tetap berada dalam koridor etika publik.
“Ini ruang publik. Kalau ada kekasaran seperti itu, wajib hukumnya untuk mengusir dia,” kata Feri kepada moderator.
Pemandu acara akhirnya meminta Abu Janda meninggalkan forum diskusi karena dianggap tidak lagi menjaga ketertiban dalam dialog publik. Keputusan itu langsung menjadi momen yang paling disorot dalam tayangan tersebut.
Viral di Media Sosial
Potongan video perdebatan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan baru di ruang publik digital.
Banyak warganet menyoroti bagaimana diskusi yang seharusnya menjadi ruang adu gagasan justru berubah menjadi konflik emosional.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.