“Dalam 30 hari kami akan mengeluarkan laporan awal yang berisi data faktual hasil investigasi,” ujarnya.
Laporan akhir yang memuat penyebab pasti kecelakaan diperkirakan akan dirilis dalam waktu hingga 12 bulan.
Menurutnya, investigasi difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, termasuk kondisi cuaca dan performa mesin sebelum kecelakaan terjadi.
Namun, proses investigasi menghadapi kendala karena helikopter tersebut tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR).
Sebagai alternatif, KNKT akan mengandalkan data dari engine data recorder serta mengumpulkan informasi tambahan dari lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman visual yang dapat membantu rekonstruksi peristiwa.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan karena proses analisis masih berlangsung. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.