MENU
Demo di Iran, Korban Tewas Tembus 3.000 Orang
WA FB
Dunia

Demo di Iran, Korban Tewas Tembus 3.000 Orang

T Editor : Tumpal Pandapotan | 17 Jan 2026 | 21:46 WIB
Demo di Iran, Korban Tewas Tembus 3.000 Orang
Demo di Iran

Teheran, Sinata.id - Unjuk rasa di Iran dilaporkan mereda dalam sepekan terakhir menyusul tindakan keras aparat keamanan yang dibarengi pemadaman akses internet nasional. Kelompok pemantau HAM menyebut jumlah korban tewas akibat penindakan tersebut telah melampaui 3.000 orang.

Institut Studi Perang (Institute for the Study of War/ISW) yang berbasis di Amerika Serikat menilai respons keamanan Teheran bersifat represif dan efektif menekan gelombang protes untuk sementara waktu.

“Penindasan ‘brutal’ tersebut kemungkinan telah menekan gerakan protes untuk saat ini,” kata ISW, seperti dikutip AFP, Sabtu (17/1/2026). Namun, lembaga itu menambahkan, “Pengerahan pasukan keamanan yang meluas oleh rezim dilakukan tidak berkelanjutan, yang memungkinkan aksi protes dapat berlanjut.”

Aksi protes bermula dari demonstrasi di kawasan bazaar Teheran pada 28 Desember lalu, dipicu tekanan ekonomi yang kian berat.

Gerakan itu kemudian meluas dan berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, termasuk seruan penghapusan sistem ulama yang berkuasa sejak Revolusi 1979.

Gelombang demonstrasi kembali membesar pada 8 Januari, ketika warga turun ke jalan di sejumlah kota besar.

Otoritas setempat segera memberlakukan pemadaman internet yang berlangsung lebih dari sepekan. Aktivis menilai kebijakan tersebut bertujuan membatasi arus informasi dan menutup skala penindasan di lapangan.

Sementara itu, Iran Human Rights (IHR), organisasi HAM yang berbasis di Norwegia, melaporkan sedikitnya 3.428 demonstran telah dipastikan tewas akibat operasi keamanan.

IHR memperingatkan angka tersebut berpotensi jauh lebih tinggi karena keterbatasan verifikasi independen selama pemadaman internet.

Menurut perkiraan lain yang dihimpun IHR, korban tewas dapat melampaui 5.000 orang, bahkan berpotensi mencapai hingga 20.000 orang, seiring terhambatnya pelaporan dan dokumentasi dari dalam negeri Iran. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.