Washington, Sinata.id – Gelombang demonstrasi bertajuk No Kings yang menentang pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berlangsung serentak di berbagai wilayah negara tersebut, Sabtu (28/3/2026).
Aksi ini digelar di sekitar 3.000 lokasi di berbagai negara bagian. Data tersebut disampaikan oleh koalisi penyelenggara yang terdiri dari kelompok prodemokrasi seperti Indivisible, gerakan 50501, serikat pekerja, serta sejumlah organisasi akar rumput lainnya.
Pendiri Indivisible, Ezra Levin, menyebut aksi ini berpotensi menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
“28 Maret berpotensi menjadi hari demonstrasi terbesar dalam sejarah Amerika,” ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian.
Aksi No Kings kali ini merupakan yang ketiga. Sebelumnya, demonstrasi serupa pada Oktober lalu diklaim diikuti sekitar 7 juta orang di seluruh AS.
Di wilayah Minneapolis dan St. Paul, Minnesota, jumlah peserta diperkirakan mencapai 200.000 orang. Mereka turun ke jalan untuk menyampaikan solidaritas sekaligus kritik terhadap kebijakan pemerintahan Trump.
Senator independen dari Vermont, Bernie Sanders, turut menyampaikan orasi yang menyoroti pengaruh kelompok ultra-kaya dalam politik Amerika.
Sementara itu, Gubernur Minnesota, Tim Walz, menegaskan bahwa negaranya tidak membutuhkan sosok pemimpin otoriter.
“Amerika tidak membutuhkan raja, melainkan pemimpin yang melayani rakyat,” katanya.
Walz juga mengapresiasi warga yang dinilai saling melindungi, khususnya terhadap komunitas imigran, di tengah kebijakan pengiriman ribuan agen federal ke wilayah tersebut.
Dalam aksi itu, nama dua warga Minneapolis, Rene Good dan Alex Pretti, turut dikenang melalui spanduk yang dibawa peserta aksi.
Sejumlah tokoh publik juga ikut ambil bagian, termasuk aktris Jane Fonda yang membacakan pernyataan keluarga korban, serta musisi Bruce Springsteen yang tampil membawakan lagu bernuansa kritik sosial.
Di New York, demonstrasi terpusat di Times Square dan sejumlah wilayah lain. Sejumlah tokoh seperti Jaksa Agung New York Letitia James, Jumaane Williams, Robert De Niro, Al Sharpton, dan Padma Lakshmi terlihat memimpin barisan massa.
Mereka membawa spanduk bertuliskan pesan pembelaan terhadap demokrasi dan penolakan terhadap dominasi kelompok miliarder.
Di Washington DC, aksi juga diwarnai kehadiran kelompok ibu-ibu asal Palestina yang mengibarkan bendera besar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan luar negeri AS.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.