MENU
Detik-Detik Air Bendungan PLTA Sipansihaporas Meluap, Terjang Jembatan...
WA FB
News

Detik-Detik Air Bendungan PLTA Sipansihaporas Meluap, Terjang Jembatan Penghubung Antar Desa

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Nov 2025 | 02:12 WIB
Detik-Detik Air Bendungan PLTA Sipansihaporas Meluap, Terjang Jembatan Penghubung Antar Desa
Luapan Bendungan PLTA Sipansihaporas di Tapanuli Tengah memicu banjir bandang, menerjang jembatan gantung, dan merendam permukiman. (Ist)

Ribuan kendaraan mengular tanpa kepastian kapan jalan kembali terbuka.

Di saat bersamaan, jaringan telekomunikasi Telkomsel untuk Sibolga–Tapteng lumpuh sejak pukul 11.00 WIB.

Komunikasi antarpetugas evakuasi terhambat, pengiriman data bencana tersendat, dan warga sulit mengirim kabar ke kerabat.

“Kami masih kesulitan mengumpulkan informasi lengkap karena jaringan terputus,” ujar Kadis Kominfo Tapteng, Sonny Juanda, Selasa (26/11/2025).

Informasi dihimpun, banjir terparah terjadi di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kelurahan Sibuluan Indah, Perdagangan Lubuk Tukko, Perumahan BTN Aksara, Kampung Sigotom Tukka, Pasir Bidang Sarudik, dan Lingkungan Sibuni-buni.

Air yang meluap dari Sipansihaporas ikut mempercepat naiknya debit di sungai-sungai kecil hingga ratusan hektare sawah tenggelam dan ratusan rumah tak lagi tampak batas halamannya.

Di tengah kepungan banjir dari arah bendungan, longsor besar di Desa Mardame, Sitahuis, menelan empat korban jiwa dari satu keluarga.

Material longsor menerjang kamar rumah saat dini hari, menimbun Dewi Hutabarat (33) dan tiga anaknya, Tio Arta Rouli (7), Vania Aurora (4), dan Ilona (3).

Sang suami, Poliman Lumbantobing, sedang bekerja di luar kota dan pulang hanya untuk melihat empat jenazah keluarganya berbaris di rumah kerabat.

Evakuasi berjalan di tengah hujan dan tanah setinggi paha, dengan warga dan Bhabinkamtibmas bekerja tanpa jeda.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menegaskan bahwa banjir dan longsor yang dipicu cuaca ekstrem serta luapan Bendungan Sipansihaporas ini telah melanda tujuh kecamatan, menyebabkan 1.902 keluarga terdampak, dan memaksa puluhan KK mengungsi.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran di daerah hilir sungai untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak.

Luapan Bendungan Sipansihaporas bukan hanya soal air berlebih, tetapi menjadi titik awal rangkaian bencana yang melumpuhkan Tapanuli Tengah.

Dari jembatan gantung yang hancur, sekolah roboh, jalan amblas, hingga desa-desa berubah jadi genangan besar, daerah ini menghadapi kondisi terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga Desember, dan warga diminta tetap waspada terhadap potensi luapan susulan dari bendungan maupun longsor di area perbukitan. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.