Aceh, Sinata.id — Keprihatinan publik meluas setelah sebuah video yang merekam dugaan pencurian beras di tenda pengungsian seorang lansia viral di media sosial, sejak Senin (23/2/2026).
Peristiwa ini terjadi di kawasan Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu daerah yang masih berjuang memulihkan diri pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa bulan terakhir.
Dalam rekaman yang beredar di platform Instagram @berita_aceh_tamiang_official, terlihat seorang perekam menggambarkan kondisi penyimpanan bantuan sembako di luar tenda pengungsian berwarna oranye. “Bisa-bisanya orang maling di Kota Lintang Bawah ini, diambil berasnya,” ujar suara perekam dalam video tersebut sambil menunjukkan lokasi tempat beras hilang, dikutip Selasa (24/2/2026).
Beras yang diduga diambil oleh pelaku tidak hanya sekadar persediaan biasa. Bagi si nenek yang masih bertahan dalam tenda darurat, stok beras itu merupakan bagian dari bantuan pangan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam video, terlihat pula dua kardus mi instan yang disimpan dekat beras tersebut, menandakan bantuan yang selama ini menjadi penopang hidup korban.
Unggahan video itu langsung menuai gelombang tanggapan dari warganet. Banyak netizen yang menyatakan rasa sedih dan marah atas dugaan pencurian yang menimpa perempuan lansia itu, terutama mengingat kondisi masyarakat Aceh Tamiang yang masih rentan setelah bencana.
Salah seorang pengguna media sosial menulis, “Semua lagi susah, malah ditambah susah,” menggambarkan kekecewaan publik terhadap perilaku yang dianggap tidak berempati di tengah kesulitan bersama.
Kejadian tersebut terjadi di tengah upaya pemerintah dan masyarakat mempercepat pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Aceh akhir November 2025. Menurut laporan terbaru, masih banyak penyintas yang tinggal di tenda pengungsian karena hunian tetap belum rampung dibangun.
Sementara itu, sejumlah pihak mengingatkan tentang pentingnya solidaritas sosial dalam masa pemulihan bencana. Belum tuntasnya pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi tantangan besar, sehingga bantuan seperti beras dan bahan pokok lainnya menjadi sangat berarti bagi warga terdampak. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.