Perjuangannya akhirnya berbuah hasil ketika bertemu sekelompok pendaki yang sedang naik gunung untuk mengumpulkan sampah.
"Mereka membawa saya turun," ujarnya.
Dawa kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit HAMS di Kathmandu untuk menjalani perawatan akibat dehidrasi, radang dingin, serta beberapa cedera termasuk tulang retak.
Keluarga Sempat Gelar Ritual Kematian
Kembalinya Dawa hidup-hidup membuat keluarganya tidak percaya.
"Saat saya melihatnya untuk pertama kali, saya sangat terkejut. Kami sudah diberi tahu bahwa ia tidak akan pernah pulang," kata istrinya, Damu Sherpa.
Putrinya, Mhendo Lhamo Sherpa, juga mengaku terharu saat melihat ayahnya masih bisa mengenali anggota keluarga dan berbicara dengan baik.
"Kami bahagia," katanya.
Disebut Sebagai Keajaiban
Direktur Eksekutif 8K Expeditions, Pemba Sherpa, menyebut kisah Dawa sebagai salah satu penyelamatan diri paling luar biasa yang pernah terjadi di Everest.
"Dawa berhasil bertahan hidup melawan segala rintangan selama berhari-hari. Ini benar-benar seperti keajaiban," ujarnya.
Pendaki asal Inggris, Chris Thrall, yang menjadi orang terakhir melihat Dawa sebelum menghilang, mengaku tak percaya ketika mendengar kabar bahwa pria itu ditemukan hidup.
"Rasanya gila. Satu menit saya menahan air mata bersama putrinya, lalu menit berikutnya melihat dia merangkak kembali ke perkemahan. Sulit diungkapkan dengan kata-kata," katanya.
Musim pendakian Everest tahun ini tercatat sebagai yang tersibuk sepanjang sejarah dengan lebih dari 1.000 orang mencoba mencapai puncak. Di tengah tingginya risiko yang telah merenggut lebih dari 300 nyawa sejak pencatatan dimulai pada 1920-an, kisah Dawa Sherpa menjadi salah satu cerita bertahan hidup paling menakjubkan yang pernah terjadi di Gunung Everest. (A08)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.