MENU
Dinkes Sibolga Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idulfitri 2026
WA FB
Regional

Dinkes Sibolga Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idulfitri 2026

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Mar 2026 | 21:16 WIB
Dinkes Sibolga Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idulfitri 2026
Dinas Kesehatan Kota Sibolga memeriksa pangan yang dijual di sejumlah swalayan. (istimewa)

Sibolga, Sinata.id  Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemeriksaan dan pengawasan pangan secara intensif di sejumlah pasar tradisional, swalayan, serta sentra takjil yang dilaksanakan pada 3–5 Maret 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Sibolga, Sri Wahyuni, turun langsung memimpin kegiatan pengawasan tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat sekaligus mengantisipasi peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Produk yang menjadi sasaran pengawasan meliputi pangan tanpa izin edar, produk kedaluwarsa atau rusak, serta produk dengan label kemasan yang tidak sesuai aturan.

Selain itu, tim juga memastikan keamanan berbagai makanan yang umum dikonsumsi masyarakat selama Ramadhan, seperti takjil, makanan olahan, hingga isi parsel Lebaran. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanil Yellow.

Kegiatan pengawasan dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain Pasar Tradisional Sibolga Nauli, Pasar Kota Baringin, Swalayan Nauli, Aido, beberapa gerai Indomaret dan Alfamart, serta Sentra Takjil Kota Baringin.

Dalam pelaksanaannya, tim memeriksa kemungkinan penggunaan zat berbahaya, kondisi kemasan produk, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa pada berbagai produk pangan kemasan maupun produk industri rumah tangga pangan yang dijual di swalayan dan gerai ritel.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode uji cepat (rapid test kit) di lapangan, disertai inspeksi langsung ke gudang penyimpanan dan area penjualan.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjamin perlindungan konsumen, memastikan produk pangan yang beredar aman dan bermutu, serta mencegah potensi keracunan makanan di masyarakat.

Hasil Pengujian Sampel Pangan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah sampel pangan yang diambil dari Pasar Tradisional Sibolga Nauli seperti mie tek-tek, anggur ungu, cincau, mie kwetiau, tahu, bakso, kolang-kaling, cendol, kurma, kue lapis, dan semangka merah menunjukkan hasil negatif dari kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Tim pengawas juga melakukan pemeriksaan secara acak terhadap parsel Lebaran guna memastikan tidak terdapat produk kedaluwarsa, rusak, maupun produk tanpa izin edar. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa produk dalam parsel masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.