Jakarta, Sinata.id - Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, kegelapan di kompleks militer Fuerte Tiuna, Caracas, pecah oleh raungan rotor helikopter yang terbang rendah.
Dalam operasi kilat berdurasi 2 jam 28 menit, unit paling elite Amerika Serikat, Delta Force (1st SFOD-D), berhasil mencabut Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, langsung dari jantung kekuasaan mereka.
Perburuan Berbasis Data: Membedah Pola Hidup Sang Target Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Sejak Agustus 2025, CIA dan intelijen AS telah melakukan "bedah kehidupan" terhadap Maduro.
Strategi Maduro yang berpindah-pindah di antara delapan lokasi tidur berbeda setiap malam berhasil dipatahkan oleh pengawasan konstan.
Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menegaskan bahwa Delta Force tidak bergerak sebelum mereka menguasai setiap detail terkecil.
"Kami tahu apa yang dia makan, ke mana dia bergerak, bahkan psikologi pengawal Kubanya," ujar Caine.
Kehadiran sumber internal (human intelligence) di lingkaran dalam rezim menjadi kunci yang memastikan Maduro berada di pangkalan Fuerte Tiuna saat perintah eksekusi turun.
Cara Kerja Delta Force: Infiltrasi di Bawah Radar Pukul 22.46 waktu AS, Presiden Donald Trump memberikan lampu hijau. Sementara 150 pesawat tempur—termasuk jet siluman F-35 dan rudal Tomahawk—melumpuhkan sistem pertahanan S-300 Venezuela, unit Delta Force memulai pendekatan taktis mereka.
Helikopter Black Hawk dan Chinook terbang hanya 100 kaki (30 meter) di atas permukaan laut untuk menghindari radar, menyelinap di antara celah-celah pertahanan udara lawan yang mulai buta akibat serangan siber dan bom fisik pada pembangkit listrik.
Sebelum terjun ke lapangan, personel Delta telah melatih skenario ini berkali-kali di dalam replika kompleks Fuerte Tiuna yang dibangun khusus di AS.
Mereka menghafal setiap sudut koridor dan ketebalan pintu baja. Tiba di lokasi pukul 02.01, pasukan Delta disambut perlawanan sengit. Namun, dengan peralatan penembus baja dan taktik Close Quarters Battle (CQB) yang superior, mereka menyapu bersih hambatan.
Detik-Detik Penangkapan: "Pintu yang Tak Sempat Tertutup" Saat baku tembak meletus, Maduro berusaha melarikan diri ke ruang aman (panic room). Namun, kecepatan Delta Force terbukti mustahil untuk ditandingi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.