MENU
Disharmoni Wesly-Herlina, Pondang Dorong Evaluasi Jabatan Sekda
WA FB
Pematangsiantar

Disharmoni Wesly-Herlina, Pondang Dorong Evaluasi Jabatan Sekda

T Editor : Tumpal Pandapotan | 22 Nov 2025 | 19:49 WIB
Disharmoni Wesly-Herlina, Pondang Dorong Evaluasi Jabatan Sekda
Pondang Hasibuan.

Pematangsiantar, Sinata.id – Soal disharmoni Walikota Wesly Silalahi dan Wakil Waliota Herlina mengemuka dalam rapat paripurna DPRD Kota Pematangsiantar, Kamis (20/11/2025). Hal ini menjadi sorotan serius dari tiga fraksi pengusung — NasDem, Gerindra, dan Demokrat — yang kompak memberikan kritik keras.

Fraksi NasDem: Ketidakhadiran Wawali Bukan Hal Sepele

NasDem mengawali kritik dengan mempertanyakan absennya Wakil Wali Kota dalam sejumlah rapat paripurna. Fraksi ini menilai ketidakhadiran tersebut patut dipertanyakan karena dapat menimbulkan persepsi disharmoni di masyarakat.

“Kami meminta penjelasan agar publik tidak menafsirkan adanya ketidakharmonisan,” ujar Darson Rajagukguk, juru bicara Fraksi NasDem.

Sumber internal DPRD menyebut, absennya Wawali mengindikasikan kegagalan Sekda dalam memastikan koordinasi pimpinan daerah berjalan semestinya.

Fraksi Gerindra: APBD 2026 Tidak Bermakna Jika Pimpinan Daerah Tak Selaras

Gerindra menyampaikan kritik paling keras. Mereka menilai pembangunan tidak akan berjalan efektif selama Wali Kota dan Wawali tidak memiliki keselarasan arah.

“Sepanjang tidak terdapat keselarasan antara Wali Kota dan Wakil, membahas APBD 2026 tidak akan bermakna bagi masyarakat,” ujar Chairuddin Lubis.

Gerindra juga menemukan adanya program pemerintah yang dinilai tidak sinkron di lapangan, bahkan menimbulkan kegaduhan. Fenomena ini kembali menguatkan dugaan bahwa kendali koordinasi birokrasi tidak berjalan baik di bawah Sekda.

Fraksi Demokrat: Wakil Wali Kota Tidak Dilibatkan

Fraksi Demokrat menyatakan bahwa Wakil Walikota terlihat kurang dilibatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Padahal pelibatan itu adalah amanat undang-undang, terutama terkait fungsi pengawasan dan pelayanan.

Kondisi ini, menurut pengamatan fraksi, menjadi indikator bahwa alur pelibatan Wawali terputus pada level koordinasi administratif, yang merupakan ranah Sekda.

Untuk menilai lebih jauh persoalan ini, Sinata.id meminta pandangan Pondang Hasibuan, pengamat hukum dan tata kelola pemerintahan. Pondang memberikan analisis tajam mengenai situasi yang terjadi di Pematangsiantar.

Menurutnya, ketidakhadiran Wawali dalam forum resmi, program yang tidak sinkron, dan munculnya keributan di lapangan merupakan tanda kelemahan struktural pada fungsi Sekda.

“Jika relasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota retak dan tidak ada koordinasi yang mulus, itu berarti fungsi Sekda sebagai penjaga arus komunikasi internal tidak berjalan,” ujar dia, Sabtu (22/11/2025).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.