MENU
Diskusi Publik IWO Ungkap Fakta Cornel Simanjuntak yang Jarang Dibahas
WA FB
Berita

Diskusi Publik IWO Ungkap Fakta Cornel Simanjuntak yang Jarang Dibahas

T Editor : Tumpal Pandapotan | 03 Dec 2025 | 16:46 WIB
Diskusi Publik IWO Ungkap Fakta Cornel Simanjuntak yang Jarang Dibahas
Diskusi publik digelar di Nommensen Siantar. foto: hendri/ sinata

Pematangsiantar, Sinata.id – Ikatan Wartawan Online (IWO) Pematangsiantar, menggelar diskusi publik serta pelatihan menulis dengan tema "Mengenal Lebih Dekat Cornel Simanjuntak".

Kegiatan itu di gelar di ruangan MZ Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Rabu (3/12/2025).

Salah satu narasumber, Jalatua Hasugian mengaku kagum dengan karya yang dihasilkan oleh Cornel Simanjuntak di masa penjajahan Belanda .

Lanjut Jalatua, aktifitas Cornel lebih banyak di bidang seni dan budaya, bukan di bidang militer formal. Atau gerakan pemuda lainnya, ia bukan anggota KNIL.

"Cornel adalah nggota PETA pasukan bentukan Jepang yang lebih banyak aktivitasnya tentang seni dan budaya," ujarnya.

Cornel meninggal di usia 25 tahun, karyanya cukup menggemparkan dan sekarang masih bisa kita nikmati, contoh maju tak gentar. Usianya memang singkat tapi warisannya sangat panjang, yang singkat hanyalah raganya.

Lebih lanjut, Cornel merupakan salah satu orang yang beruntung di zamannya, karena beliau bisa sekolah di Medan dan melanjut di Yogyakarta.

"Kita apresiasi kepada Pemko Pematangsiantar karena sudah menetapkan jalan Cornel Simanjuntak, berharap agar Cornel di ajukan menjadi Pahlawan Nasional," tuturnya.

Narasumber lainnya, Hendra Simanjuntak, menjelaskan musik dan perjuangan menyatu dalam semangat kemerdekaan. Melalui nada, Cornel menyulut api perlawanan dan harapan bagi bangsa.

Luar biasa visi pendidikan orang tuanya yang menyekolahkan Cornel di Yogyakarta pada masa itu, betapa sulit dan lamanya perjalanan ke pulau Jawa.

Lanjutnya, jika memungkinkan pihaknya (Marga Simanjuntak) akan mengusulkan Cornel menjadi Pahlawan Nasional.

"Kalau Pemko bersedia memberikan sebidang tanah untuk untuk mendirikan Monumennya. Maka kami Simanjuntak akan bergotong royong mencari dana untuk mewujudkan hal itu," kata Hendra.

"Cornel gugur sebagai prajurit, namun suaranya kekal sebagai melodi kemerdekaan bangsa," ujar Hendra. (*)

Penulis: Hendrik Nainggolan

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.