MENU
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannya
WA FB
Religi

Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannya

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Feb 2026 | 19:06 WIB
Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026: Bacaan Arab, Latin, dan Keutamaannya
Ilustrasi doa buka puasa nisfu syaban. (istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Sebagian umat Islam menjalankan puasa sunnah Nisfu Syaban pada Selasa (3/2/2026.

Puasa ini dikenal memiliki banyak keutamaan dan kerap dimanfaatkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang bulan Ramadhan.

Salah satu amalan yang dianjurkan ketika waktu berbuka tiba adalah membaca doa buka puasa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Selain sebagai penanda berakhirnya puasa, doa berbuka juga menjadi momentum mustajab untuk bersyukur dan memohon keberkahan.

Selain doa berbuka, umat Islam juga perlu memahami hukum puasa Nisfu Syaban, niat puasa, waktu serta adab membaca doa, hingga keutamaannya.

Hukum Puasa Nisfu Syaban Nisfu Syaban merupakan pertengahan bulan Syaban, bertepatan dengan tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Pada hari ini, sebagian umat Islam menjalankan puasa sunnah yang juga bertepatan dengan hari ketiga puasa Ayyamul Bidh.

Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah dan boleh dilakukan. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa mengkhususkan puasa hanya pada tanggal 15 Syaban dengan keyakinan keutamaan tertentu tanpa dalil yang kuat termasuk perbuatan bid’ah.

Secara umum, puasa Nisfu Syaban tidak dilarang dalam Islam, tetapi juga tidak bersifat wajib karena tidak terdapat dalil khusus yang mewajibkannya. Meski demikian, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW yang sering berpuasa pada bulan tersebut.

Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Sebelum menjalankan puasa Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan membaca niat. Niat puasa dapat dilakukan sejak malam hari atau pada pagi hari apabila lupa berniat di malam sebelumnya, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

1. Niat Puasa Nisfu Syaban (Malam Hari) نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT.”

2. Niat Puasa Nisfu Syaban (Jika Kesiangan) نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hādzal-yaumi ‘an adā’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Syaban hari ini karena Allah SWT.”

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.