MENU
Dolar AS Tembus Rp17.700, Rupiah Masih Tertekan di Tengah Gejolak Glob...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Dolar AS Tembus Rp17.700, Rupiah Masih Tertekan di Tengah Gejolak Global

J Editor : Jansen Siahaan | 19 May 2026 | 13:07 WIB
Dolar AS Tembus Rp17.700, Rupiah Masih Tertekan di Tengah Gejolak Global
Mata uang Rupiah dan Dolar AS. (detik)

Jakarta, Sinata.id – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat hingga menembus level Rp17.700 pada perdagangan Selasa (19/5/2026).

Kondisi tersebut memicu perhatian pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.21 WIB, dolar AS bergerak menguat ke level Rp17.705. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan Senin (18/5/2026) yang berada di posisi Rp17.680 per dolar AS.

Penguatan mata uang Negeri Paman Sam membuat rupiah semakin tertekan dan mencatat pelemahan terdalam dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini memunculkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pelemahan lanjutan hingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Selain terhadap rupiah, dolar AS juga menguat terhadap franc Swiss (CHF) sebesar 0,13 persen. Namun, dolar AS justru melemah terhadap euro (EUR) sebesar 0,08 persen.

Dolar AS juga tercatat melemah terhadap poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,13 persen dan terhadap dolar Australia (AUD) sebesar 0,35 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Selasa pagi tercatat melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi menguat terbatas seiring meredanya kekhawatiran pasar global setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran,” ujar Lukman, dikutip dari Antara, Selasa (19/5/2026).

Mengutip Anadolu Agency, Trump disebut menunda serangan karena sejumlah negara Timur Tengah meyakini peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik masih terbuka.

Menurut Lukman, penguatan rupiah diperkirakan tetap terbatas lantaran sentimen domestik masih lemah serta adanya antisipasi investor terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.

Ia menilai Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan seiring meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

“Kenaikan ini diharapkan bisa membuat rupiah kembali menarik,” katanya.

Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.