MENU
Donald Trump Bela Serangan Israel ke Lebanon, Ini Alasannya
WA FB
Berita

Donald Trump Bela Serangan Israel ke Lebanon, Ini Alasannya

N Editor : Nida | 09 Apr 2026 | 18:29 WIB
Donald Trump Bela Serangan Israel ke Lebanon, Ini Alasannya
Serangan Israel di Lebanon (Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membela serangan besar-besaran yang dilakukan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan bahwa konflik dengan Hezbollah tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera, Trump menyebut bahwa situasi tersebut bukan pelanggaran kesepakatan.

“Karena Hizbullah tidak dimasukkan dalam kesepakatan. Itu juga akan diselesaikan. Tidak apa-apa,” ujarnya.

Pernyataan ini diperkuat oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menegaskan bahwa Lebanon memang tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata yang telah disampaikan kepada pihak-pihak terkait.

Perbedaan Klaim Gencatan Senjata

Pernyataan Amerika Serikat bertolak belakang dengan klaim dari Iran dan Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya menyebut bahwa kesepakatan gencatan senjata berlaku secara menyeluruh, termasuk untuk Lebanon.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Amerika Serikat harus memilih antara menghormati gencatan senjata atau melanjutkan konflik melalui Israel.

Perbedaan tafsir ini dinilai berpotensi menggagalkan upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Respons Iran

Media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran tengah mempertimbangkan langkah serius sebagai respons atas serangan tersebut. Bahkan, Iran disebut dapat menarik diri dari kesepakatan jika agresi terus berlanjut.

Kelompok militer Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga memperingatkan potensi eskalasi konflik jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.

Korban dan Krisis Kemanusiaan

Serangan udara Israel ke Lebanon disebut sebagai salah satu yang paling intens dalam sejarah konflik di kawasan tersebut.

Data otoritas kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.160 lainnya terluka. Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyatakan bahwa skala serangan memperburuk kondisi kemanusiaan.

Serangan dilaporkan menghantam sejumlah wilayah padat penduduk seperti Beirut, Dahiyeh, Bekaa, hingga wilayah selatan Lebanon. Target yang terdampak meliputi permukiman warga, fasilitas ibadah, pusat kesehatan, hingga kendaraan sipil.

Salah satu serangan bahkan terjadi saat prosesi pemakaman di Lembah Bekaa yang menewaskan sedikitnya 20 orang. Akibat eskalasi ini, lebih dari 1,2 juta warga dilaporkan mengungsi.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.