“Setelah panggilan terputus, DOE masuk lagi ke tenda. Saya sempat menoleh ke belakang dan melihat dai (DOE) memainkan kelaminnya (onani). Saya sempat merasakan ada cairan hangat di bagian belakang badan saya,” kenang EF.
Mahasiswi berparas ayu ini pun berontak. EF mencoba menepis apa yg dilakukan DOE. Karena fisiknya yang tak sebanding dengan DOE, EF tak bisa berbuat banyak. Pakaian EF berhasil dinaikkan DOE hingga ke atas dada.
Sembari melecehkan bagian payudara, oknum dosen ini juga meraba-raba kelamin EF. Mahasiswi ini langsung berontak dan menarik tangan EF sembari berlari ke luar tenda.
Setelah itu, EF pindah ke tenda satunya lagi yang ditempati DA dan WS. Ia sempat menceritakan kejadian yang barusan dialaminya kepada kedua rekannya ini. Namun mereka terkesan acuh dan malah menyuruh EF untuk kembali tidur bersama DOE.
“Saya gak mau balik ke tenda itu. Saya tidur di tenda satunya lagi bersama DA dan WS. Tapi paginya, peristiwa yang sama terulang lagi. Bukan DOE yang melakukannya, tapi WS yang menggerayangi saya,” ujar EF.
Saat bangun, WS sudah mengangkat baju EF hingga ke atas dada dan melakukan pelecehan. EF berontak dan berupaya melarikan diri keluar dari tenda.
Setelah itu, mereka pun bergegas pulang. EF kemudian menceritakan peristiwa itu kepada beberapa rekan dan orang tuanya. Ia juga mengadu ke pihak kampus tempat dirinya menimba ilmu.
Ironisnya, bukannya mengakui kesalahan, DOE malah menuding EF adalah seorang LC. Hal ini membuat EF semakin terhina. “Sudahlah dilecehkan, saya malah dibilangnya (DOE) sebagai LC,” ujar EF.
Terakait peristiwa tersebut, EF pun membuat laporan ke Mapolres Binjai. Pengaduannya pun diterima dengan tanda bukti laporan Nomor: STTLP/B/506/X/2025/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 18 Oktober 2025 siang.
“Saya dan keluarga minta agar perkara ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga meminta, agar DOE diberhentikan atau dikeluarkan dari kampus,” tegas EF.
Terpisah, Dosen Bisnis Digital itu membantah peristiwa yang dialami EF tersebut. “Walaikumsalam pak. Tidak ada,” jawab DOE singkat via pesan WhatsApp. (SN8)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.