MENU
Dramatis! Jenazah Dihantar Menembus Sungai Deras di Halmahera Utara
WA FB
News

Dramatis! Jenazah Dihantar Menembus Sungai Deras di Halmahera Utara

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Jan 2026 | 01:39 WIB
Dramatis! Jenazah Dihantar Menembus Sungai Deras di Halmahera Utara
Screenshot.

Sinata.id - Warga di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terpaksa mengambil risiko besar demi mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir. Tanpa jembatan, mereka menggotong keranda menyeberangi sungai berarus deras—sebuah pemandangan yang menyentak nurani dan viral di media sosial.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan. Akses utama menuju pemakaman terputus setelah jembatan yang biasa dilalui warga ambruk dihantam banjir. Akibatnya, tak ada pilihan selain menembus sungai yang sedang meluap.

Kepala BPBD Halmahera Utara, Hentje Hetharia, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, itu terjadi di wilayah Loloda Kepulauan,” ujarnya, dikutip Rabu (14/1/2026).

Ia mengakui belum memperoleh laporan rinci karena berada di lokasi lain. “Saya masih di Doitia, jadi informasinya belum lengkap. Nanti saya cek ke rekan-rekan,” katanya.

Keterangan senada disampaikan Kabag Humas Pemprov Maluku Utara, Ailan Goraahe. Menurutnya, jalur ke pemakaman sebenarnya pernah memiliki jembatan, namun bangunan itu hanyut diterjang banjir.

“Akses desa ke pemakaman memang lewat situ. Warga sempat membuat jembatan dari batang kelapa, tapi akhirnya terbawa arus,” jelas Ailan.

Ia menambahkan, rencana pembangunan jembatan permanen sempat muncul. Namun, kata Ailan mengutip informasi camat setempat, alokasi dana desa kemudian dialihkan untuk program koperasi sehingga pembangunan jembatan urung direalisasikan. “Sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pihak kecamatan,” ujarnya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah pria berdiri di tengah arus, sebagian memegang tali yang diikatkan ke pohon kelapa sebagai penahan.

Dengan penuh kehati-hatian, mereka mengangkat keranda berlapis terpal cokelat, melangkah perlahan melawan derasnya air.

Di sela upaya itu, lantunan kalimat tauhid terdengar bersahut-sahutan—mengiringi sebuah perjalanan terakhir yang sarat keberanian dan kepedulian. [a46]

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.