MENU
Driver Grab Diduga Lecehkan Penumpang di Gambir, Langsung Di-blacklist
WA FB
Hukum & Peristiwa

Driver Grab Diduga Lecehkan Penumpang di Gambir, Langsung Di-blacklist

J Editor : Jansen Siahaan | 28 Mar 2026 | 18:57 WIB
Driver Grab Diduga Lecehkan Penumpang di Gambir, Langsung Di-blacklist
Ilustrasi Grab. (techcrunch)

Jakarta, Sinata.id – Grab Indonesia melakukan investigasi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengemudi GrabCar terhadap seorang penumpang di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Director of Trust & Safety and Grab Support Grab Indonesia, Radhi Juniantino, menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap mitra pengemudi yang terlibat.

“Mitra pengemudi terkait telah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) karena terbukti melanggar Kode Etik Mitra Grab,” ujar Radhi dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan pengemudi tersebut telah diputus, sehingga yang bersangkutan tidak dapat kembali bergabung dengan Grab.

Grab Beri Pendampingan Korban

Selain melakukan investigasi, Grab juga memberikan pendampingan kepada korban, termasuk layanan konseling untuk pemulihan psikologis.

Perusahaan turut menawarkan sejumlah bentuk dukungan, seperti:

Transportasi dengan mitra pengemudi perempuan Pengamanan pribadi Pendampingan dari tim khusus selama proses penanganan

“Kami fokus memastikan penumpang mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama masa sulit ini,” kata Radhi.

Grab menegaskan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, baik verbal, fisik, maupun nonfisik.

Kronologi Kejadian

Kasus ini viral di media sosial pada Jumat (27/3/2026). Berdasarkan keterangan korban, peristiwa terjadi pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.40 WIB saat perjalanan dari Stasiun Gambir menuju kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.

Awalnya, pengemudi mengajak korban berbincang ringan. Namun, percakapan tersebut dinilai semakin tidak nyaman dan mengarah ke hal pribadi.

Korban mengaku sempat mengalami pelecehan fisik hingga akhirnya merekam kejadian tersebut karena merasa tidak aman.

Di tengah perjalanan, pengemudi diduga menghentikan pesanan secara sepihak sebelum sampai tujuan dan membawa kendaraan ke jalan sepi.

Korban Disekap dan Diancam

Korban menyebut pengemudi tiba-tiba berpindah ke kursi belakang, menyekap, dan mengambil ponselnya.

Pelaku juga diduga mengancam korban agar memberikan kata sandi ponsel dengan dalih akan melakukan tindakan kekerasan jika tidak dituruti.

Korban berusaha melawan dengan menggedor kaca mobil hingga menarik perhatian warga sekitar.

Situasi tersebut membuat warga dan petugas keamanan mendekati kendaraan. Dalam kondisi itu, korban berhasil keluar setelah pintu mobil terbuka.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.