MENU
Driver Ojol Diserang Saat Antar Pesanan di Palembang, Dipukuli Beramai...
WA FB
News

Driver Ojol Diserang Saat Antar Pesanan di Palembang, Dipukuli Beramai-ramai hingga Motor Digondol

R Editor : Redaksi Sinata | 14 Jan 2026 | 00:54 WIB
Driver Ojol Diserang Saat Antar Pesanan di Palembang, Dipukuli Beramai-ramai hingga Motor Digondol
Ilustrasi. (apnn)

Palembang, Sinata.id — Aksi kekerasan jalanan kembali menghantui pengemudi ojek online di Palembang. Seorang driver berusia 18 tahun, Wahid, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal saat menjalankan pekerjaannya mengantar pesanan makanan. Tak berhenti pada penganiayaan, sepeda motor korban juga dibawa kabur pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (12/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Residen Abdul Rozak, tepat di depan Markas Kodim 0418, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II. Aksi tersebut sempat terekam video warga dan menyebar luas di media sosial, memperlihatkan korban diseret dari atas motor, dicekik, dipukul, hingga terjatuh ke aspal. Dalam rekaman itu, kepala korban juga terlihat ditendang.

Berdasarkan penuturan Wahid, kejadian bermula saat ia mengantar pesanan makanan di kawasan Jalan Prajurit Kemas Ali dengan membonceng rekannya, Maulana. Di tengah perjalanan, beberapa orang sempat memanggil dan menunjukkan arah jalan. Namun karena fokus pada pesanan, korban tidak terlalu menghiraukannya.

“Awalnya kami tidak dengar. Setelah dipanggil dua kali baru kami menoleh. Ada kawannya mondar-mandir dekat kami. Setelah itu kami langsung pergi, tapi ternyata mereka mengikuti,” ujar Wahid, dikutip Rabu (14/1/2026).

Usai mengantarkan pesanan, korban dibuntuti hingga lokasi kejadian. Setibanya di Jalan Residen Abdul Rozak, Wahid dihentikan secara paksa oleh empat orang. Ia ditarik dari sepeda motornya, sementara satu orang lainnya diduga merekam aksi pengeroyokan tersebut.

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melancarkan pukulan, cekikan, dan tendangan ke arah wajah serta tubuh korban. Di saat bersamaan, salah satu pelaku diduga membawa kabur sepeda motor korban, Honda Beat CBS hitam dengan nomor polisi BG 4829 AFF.

Menurut Wahid, para pelaku melontarkan alasan yang tak masuk akal. Ia dituding bersikap menantang dan sok jago di wilayah mereka, hanya karena ekspresi wajahnya.

“Mereka bilang muka aku sengak di kampung orang. Awalnya ada empat orang yang mukul dan satu yang merekam. Kayaknya mereka masih anak SMA atau SMK. Aku juga tidak lihat siapa yang bawa motor, tapi setelah kejadian motorku sudah tidak ada,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.