Disiplin dan Buah Kebenaran
Ayat 11 menegaskan bahwa setiap ganjaran pada awalnya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita. Namun pada akhirnya, disiplin menghasilkan buah kebenaran dan damai bagi mereka yang dilatih olehnya.
Dengan demikian, menjadi bapa rohani bukanlah proses instan. Ia dibentuk melalui koreksi, teguran, dan kesetiaan menjalani proses Tuhan. Dunia tidak hanya membutuhkan pemimpin, tetapi membutuhkan bapa figur yang matang, penuh kasih, dan telah dibentuk melalui disiplin ilahi.
Melalui pesan ini, jemaat diingatkan bahwa pertumbuhan menuju kedewasaan rohani menuntut kesediaan untuk dididik. Gambaran Allah sebagai Bapa akan semakin nyata ketika para pria dan pemimpin rohani hidup dalam kasih yang benar, bukan dalam arogansi atau kekerasan.
Disiplin bukan tanda penolakan, melainkan bukti kasih. Dunia memang membutuhkan bapa dan bapa sejati lahir dari hati yang rela dibentuk oleh tangan Tuhan. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.