MENU
Dunia Penuh dengan Sandiwara – Bagian II
WA FB
Religi

Dunia Penuh dengan Sandiwara – Bagian II

R Editor : Redaksi Sinata | 26 Sep 2025 | 05:02 WIB
Dunia Penuh dengan Sandiwara – Bagian II
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt Manser Saraga, M.Th “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. ” (Roma 12:2)

Dunia tempat kita hidup penuh dengan sandiwara. Banyak orang mengenakan topeng untuk menutupi jati diri mereka yang sebenarnya. Alkitab mengingatkan agar kita tidak hanyut dalam kepalsuan dunia, tetapi hidup dalam kebenaran Kristus.

1.Kepura-puraan

Ada orang yang tampak saleh di depan umum, namun perbuatannya menyangkal Allah.

“Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia.” (Titus 1:16)

2. Topeng Sosial

Banyak orang mengenakan topeng sosial untuk menyembunyikan kelemahan, ketakutan, bahkan kebencian. Padahal Allah menghendaki kita jujur dan rendah hati apa adanya.

3. Sandiwara dalam Hubungan

Tidak jarang kasih dan perhatian hanya menjadi kepura-puraan. Hubungan yang sejati hanya bisa lahir dari kasih Kristus yang tulus, bukan sandiwara manusia.

4. Kedok Profesional

Dalam pekerjaan atau pelayanan, ada orang yang memakai kedok demi pencitraan. Tetapi Allah melihat hati, bukan tampilan luar.

Hidup Sebagai Anak Terang Firman Tuhan mengingatkan

Hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran.” (Efesus 5:8-9)

Maka, jangan hanya menjadi pendengar firman, tetapi jadilah pelaku firman dalam kehidupan sehari-hari.

“Hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.” (Yakobus 1:22)

Hidup ini bukanlah panggung sandiwara, melainkan ladang pelayanan untuk menyatakan kasih dan kebenaran Kristus. Marilah kita menanggalkan segala topeng kepalsuan dan berjalan sebagai anak terang, sebab hanya dengan hidup dalam kebenaran, kita berkenan di hadapan Allah. Haleluya! Tuhan memberkati. (A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.