Makna : Ayat ini mengakui bahwa dunia memang bisa "berubah" dan "goncang" (kekacauan itu nyata), tetapi identitas kita tidak ikut goncang karena kita berpijak pada "Gunung Batu" yang tidak akan pernah bergeser.
Kesimpulan
Sikap kita di tengah kekacauan bukanlah melarikan diri dari realita, melainkan menghadapinya dengan perspektif yang berbeda. Dunia melihat kekacauan sebagai akhir, tetapi kita melihatnya sebagai kesempatan untuk mempraktikkan iman yang hidup.
Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, orang percaya dipanggil untuk tetap berdiri teguh dalam iman. Bukan karena situasi selalu baik, tetapi karena Tuhan yang kita percaya tidak pernah berubah. Seperti tertulis dalam Ibrani 13:8, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
Karena itu, jangan biarkan kekacauan dunia merampas damai sejahtera di hati kita. Tetaplah berpegang pada firman, berjalan dalam ketaatan, dan menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan. Di dalam Dia, selalu ada harapan, kekuatan, dan masa depan yang pasti. (A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua
Cp konseling dan Doa permohonan 0811762709
Pdt Manser Sagala MTh
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.