Posisi tubuhnya berada di samping tempat tidur.
Informasi yang dihimpun kepolisian menyebut, jasad Levi pertama kali diketahui oleh seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) berinisial B, yang kemudian terkonfirmasi sebagai AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah.
Basuki melaporkan temuan itu kepada pihak hotel, kemudian ke Polsek Gajahmungkur dan Tim Inafis Polrestabes Semarang.
Laporan resmi ke kepolisian disebut masuk sekitar pukul 07.00 WIB, beberapa jam setelah Levi diperkirakan ditemukan tidak bernyawa.
Kapolsek Gajahmungkur AKP Nasoir membenarkan bahwa korban menginap bersama seorang laki-laki yang kemudian diketahui sebagai anggota Polri.
“Korban perempuan dosen FH Untag. Di kamar itu bersama seorang laki-laki, anggota Polri,” ujarnya kepada wartawan.
Dugaan awal kepolisian saat itu mengarah pada faktor kesehatan. Polisi juga mencatat bahwa dua hari sebelum meninggal, Levi dua kali tercatat berobat ke Rumah Sakit Tlogorejo Semarang pada 15–16 November 2025 dengan riwayat tekanan darah dan gula darah yang sangat tinggi.
Hasil Awal Autopsi dan Dugaan Aktivitas Berlebih
Autopsi terhadap jenazah Levi dilakukan di RSUP Dr Kariadi Semarang atas permintaan keluarga.
Dari keterangan yang disampaikan perwakilan mahasiswa Untag Semarang, Antonius Fransiskus Polu, terdapat informasi awal bahwa Levi memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan disebut mengalami aktivitas fisik berlebih sebelum meninggal.
“Siang hari beliau sempat periksa. Beliau punya riwayat darah tinggi. Ketika kembali ke indekos, ada aktivitas berlebih yang diduga menyebabkan jantungnya pecah. Yang menjadi kejanggalan, posisi beliau ditemukan tergeletak tanpa busana,” ujar Frans dalam audiensi di Mapolda Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).
Keterangan senada juga muncul dalam laporan awal medis yang menyebut dugaan pecah jantung akibat aktivitas fisik berlebih.
Di sisi lain, pemeriksaan luar tim Inafis Polrestabes Semarang dan dokter RSUP Dr Kariadi disebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, kecuali bekas infus beberapa hari sebelumnya.
Meski demikian, keluarga dan mahasiswa menilai terlalu banyak hal yang belum terjawab sehingga menuntut proses pendalaman lebih jauh.
Keluarga korban secara terbuka menyatakan kecurigaan terhadap rangkaian peristiwa sebelum dan sesudah kematian Levi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.