Oleh: Pdt Mis Ev Daniel,SH.MH Mazmur 42:3 (El Khay) "Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup (El Khay). Bilakah aku boleh datang melihat Allah?"
Renungan pagi ini mengingatkan umat percaya tentang salah satu karakter Allah yang sangat mendasar: Dia adalah El Khay, Allah yang hidup. Keberadaan-Nya nyata, bukan sekadar konsep, bukan pula rekaan manusia. Dia hadir, melihat, mendengar, dan bertindak dalam kehidupan umat-Nya.
Kitab suci juga menyingkapkan bahwa Allah adalah El Roi (Allah yang Maha Melihat) dan El Shamma (Allah yang Maha Hadir). Kesaksian mengenai kuasa-Nya terlihat jelas dalam kisah Daniel saat menghadapi ancaman di gua singa. Meskipun Daniel dilemparkan ke dalam gua yang dipenuhi singa-singa ganas, Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan menutup mulut singa-singa itu sehingga Daniel tidak terluka sedikit pun.
Melihat kejadian tersebut, Raja Darius — yang bukan penyembah Allah Israel — justru mengakui kuasa Allah Daniel. Ia bahkan mengeluarkan perintah kepada seluruh rakyatnya, dari berbagai bangsa dan bahasa, untuk takut dan gentar kepada Allah yang hidup dan kekal, seperti tercatat dalam Daniel 6:26–28. Raja Darius mengakui bahwa pemerintahan Allah tidak akan binasa dan kuasa-Nya tidak berkesudahan.
Pengakuan seorang raja penyembah banyak dewa ini menegur setiap orang yang masih memohon kepada benda-benda ciptaan seperti pohon besar, gunung, batu, kuburan, atau roh nenek moyang. Jika seorang raja asing saja dapat mengakui keagungan Allah yang hidup, maka terlebih lagi umat yang percaya kepada-Nya seharusnya menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Jika Allah yang hidup telah membuka jalan bagi Daniel di tengah bahaya, maka Ia pun sanggup membuka jalan bagi setiap orang yang berserah penuh kepada-Nya. Shalom.(A27).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.