MENU
Elon Musk Disebut Ingin Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan
WA FB
Berita

Elon Musk Disebut Ingin Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan

T Editor : Tumpal Pandapotan | 16 Feb 2026 | 01:56 WIB
Elon Musk Disebut Ingin Bangun Pabrik Satelit AI di Bulan
Musk

Washington, Sinata.id - Miliarder teknologi Elon Musk, disebut tengah mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) di Bulan, termasuk merancang sistem peluncur elektromagnetik untuk mengirimkan perangkat itu ke orbit.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times, mengutip pembahasan dalam rapat internal perusahaan.

Dalam pertemuan staf xAI, Musk menyampaikan gagasan mendirikan pabrik satelit AI di permukaan Bulan yang dilengkapi sistem pelontar elektromagnetik atau dikenal sebagai “mass driver”.

Sistem tersebut dirancang untuk memanfaatkan gravitasi Bulan yang lebih rendah dibandingkan Bumi guna meluncurkan satelit ke luar angkasa secara lebih efisien.

Rencana ini disebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan daya komputasi untuk pengembangan AI. Setelah penggabungan xAI dan SpaceX, Musk sebelumnya menyinggung bahwa pusat data di Bumi menghadapi keterbatasan pasokan listrik dan kebutuhan pendinginan berskala besar. Ia menilai, lonjakan permintaan energi untuk AI berpotensi menekan infrastruktur kelistrikan global jika seluruh beban tetap ditopang dari Bumi.

Dalam sebuah podcast, Musk juga pernah menyebut ruang angkasa sebagai lokasi yang secara ekonomi dinilai lebih efisien untuk menempatkan sistem AI dalam kurun waktu sekitar tiga tahun atau kurang.

Menurutnya, sistem AI generasi mendatang akan membutuhkan kapasitas komputasi jauh melampaui standar saat ini.

Konsep yang dibahas mencakup pemindahan sebagian infrastruktur teknologi ke luar angkasa. Bulan dinilai memiliki sejumlah karakteristik yang dianggap mendukung, seperti gravitasi rendah yang mempermudah proses peluncuran, tidak adanya atmosfer sehingga mengurangi hambatan cuaca, paparan energi matahari yang konsisten, serta lingkungan yang lebih dingin untuk membantu sistem pendinginan komputasi berskala besar. Risiko bencana alam juga disebut lebih kecil dibandingkan di Bumi.

Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal maupun peta jalan pembangunan proyek tersebut. Pihak xAI, perusahaan AI yang didirikan pada 2023 dan dikenal melalui chatbot Grok, belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan itu.

Di sisi lain, SpaceX dilaporkan tengah menyiapkan kemungkinan penawaran saham perdana (IPO), sementara xAI disebut mengalami sejumlah perubahan internal. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai keterkaitan dinamika tersebut dengan rencana pengembangan infrastruktur AI di luar angkasa. (A58)

Tag :
ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.