MENU
Email Jeffrey Epstein Terbuka, Nama Bill Gates Kembali Terseret Kontro...
WA FB
Dunia

Email Jeffrey Epstein Terbuka, Nama Bill Gates Kembali Terseret Kontroversi

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Feb 2026 | 00:44 WIB
Email Jeffrey Epstein Terbuka, Nama Bill Gates Kembali Terseret Kontroversi
Bill Gates. (ap)

Washington, Sinata.id – Jutaan email milik mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual yang meninggal pada 2019, dibuka ke publik pekan lalu.

Sejumlah nama tokoh ternama kembali mencuat dalam dokumen tersebut, termasuk pendiri Microsoft sekaligus filantropis global, Bill Gates.

Salah satu email bertanggal 18 Juli 2013 memuat klaim sensasional terkait kehidupan pribadi Gates. Dalam korespondensi itu, Epstein menuliskan tuduhan bahwa Gates disebut mengonsumsi antibiotik untuk mengobati penyakit menular seksual, yang diklaim diperoleh dari hubungan dengan sejumlah perempuan asal Rusia.

Email tersebut juga menuding Gates berupaya merahasiakan kondisi itu dari Melinda French Gates, yang saat itu masih menjadi istrinya.

Dokumen lain menyebut Epstein mengklaim memiliki kedekatan dengan Gates, termasuk membantu pengadaan obat-obatan dan memfasilitasi pertemuan rahasia dengan perempuan yang telah menikah. Namun, seluruh tuduhan tersebut tidak disertai bukti medis atau verifikasi independen.

Melalui pernyataan resmi, juru bicara Gates membantah keras seluruh klaim dalam email tersebut. Dikutip dari People, Selasa (3/2/2026), pihak Gates menyebut narasi yang beredar sebagai tidak masuk akal dan keliru.

“Dokumen-dokumen ini justru menunjukkan frustasi Epstein karena gagal membangun hubungan jangka panjang dengan Gates, serta sejauh mana ia berupaya menjebak dan mencemarkan nama baik Bill Gates,” demikian pernyataan juru bicara tersebut.

Proposal Simulasi Pandemi

Selain isu pribadi, email yang dibuka ke publik juga menyinggung proposal kerja sama di bidang kesehatan global yang diajukan Epstein kepada Gates. Dalam email berjudul “bgc3: Deliverable and Scope”, Epstein menawarkan sejumlah gagasan, mulai dari keamanan nasional hingga kesehatan.

Beberapa topik yang diusulkan antara lain simulasi pandemi, pengembangan neuroteknologi untuk kepentingan intelijen dan pertahanan, sistem data kesehatan digital, riset penyakit kronis dan ilmu otak, serta kajian ekonomi kesehatan di Amerika Serikat.

Epstein juga menyebut telah bertemu sejumlah pakar setelah berdiskusi dengan Gates. Namun, hingga kini tidak ada bukti bahwa proposal-proposal tersebut pernah direalisasikan atau didanai secara resmi oleh Bill Gates. Meski demikian, terbukanya dokumen ini kembali memicu beragam teori konspirasi, khususnya terkait pandemi global.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.